mengenai hal ini. Hari Akhir berarti masa terakhir. Dalam literatur Islam, periode ini sudah dekat dengan Hari Kiamat. Selama periode ini, kita akan menyaksikan ketaatan dalam penerapan ajaran moral Al-Quran akan meluas kepada nilai-nilai agama.
Menjelang periode ini, suasana kehidupan menjadi aman dan damai, penderitaan yang terjadi pada masa sebelumnya digantikan dengan kemakmuran, keberlimpahan dan keadilan. Segala bentuk pelanggaran moral, penipuan dan penindasan akan berakhir. Masa yang penuh berkah ini ditandai dengan tegaknya moralitas Islam, setiap orang akan memiliki keimanan yang mendalam.
Literatur Hadits dan karya para sarjana Muslim banyak mereferensikan tentang periode ini. Keterangan ini menunjukkan bahwa, setelah mengalami perusakan dan eksploitasi besar-besaran, dunia akan memasuki masa kemakmuran yang dicirikan dengan karunia dan keberkahan dari pengamalan ajaran agama dengan benar. Pada periode ini, perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi akan mencapai ke tahapan yang menakjubkan dan memberikan manfaat yang luas bagi kemanusiaan dan pemahaman tentang kesenian yang sesuai dengan fitrah manusia akan berkembang dengan cara yang menakjubkan.
Pada tahap pertama dari hari akhir, krisis moral akan terjadi karena pengaruh system filsafat yang melandasi cara berfikir seperti atheisme, materialisme dan rasisme. Manusia lupa kepada tujuan awal penciptaannya, sehingga terjadi kerusakan moral dan kehampaan rohani. Bencana dan musibah akan terjadi satu per satu.
Perang menyebabkan tekanan hidup yang luar biasa mencekam. Manusia didorong untuk mencari jawaban atas pertanyaan: "Masihkah ada jalan keluar" Dan Allah akan menyelamatkan manusia dari kekacauan serta membawa mereka memasuki masa yang penuh berkah. Pada masa yang penuh berkah, setiap anggota masyarakat tergerak hatinya untuk mematuhi nilai-nilai moral Al-Quran. Allah selalu melimpahkan keberkahan yang besar kepada hamba-hamba-Nya yang taat dengan penuh kesadaran menjalankan perintah-Nya. Ketaatan menyebabkan orangorang hidup melimpah berkecukupan.
Kita mengetahui berita tentang Hari Akhir dari ucapan Rasulullah SAW dan karya para sarjana Muslim. Tidak ada keraguan atas rujukan tersebut, literatur Hadits memberikan penjelasan yang rinci tentang periode ini. Fakta menunjukkan bahwa rincian yang diberikan 14 abad yang lalu dan semua yang terjadi satu per satu pada dekade ini memiliki kaitan yang erat dengan berita tersebut, serta menghapus segala keraguan tentang asal usul istilah ini.
Allah memberikan beberapa petunjuk yang berhubungan dengan Hari Akhir, seperti ajaran nilai moral Al-Quran yang diamalkan secara meluas atau turunnya Nabi Isa a.s untuk kedua kalinya ke bumi, sehingga kita tidak memiliki alasan untuk ragu dengan kebenaran berita ini. Pada ayat berikut, Allah memberikan kabar gembira bahwa ajaran nilai moral Al-Quran akan menyebar meliputi bumi:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka,dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. (QS. An-Nuur, 24:55)
Isyarat Bahwa Ajaran Nilai Al-Quran Akan Berlaku
Banyak ayat yang menunjukkan bahwa ajaran nilai moral Al-Quran pada masa keemasan akan meliputi bumi, tahap kedua dari hari akhir. Ayat-ayat ini memiliki kaitan yang erat dengan hadits tentang masa keemasan. Rasulullah SAW menyampaikan beberapa fenomena yang akan terjadi menjelang masa keemasan.
Beberapa ayat menjelaskan fenomena yang akan terjadi sebagai berikut:
Allah telah menetapkan, "Aku dan para rasul-Ku pasti menang." Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al-Mujadilah, 58:21)
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang orang kafir membencinya." Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (QS. Ash-Shaaff, 61:8-9)
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah, 9:32)
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). (QS. Yunus, 10:82)
Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang di-usahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. (QS. Ar-
Ra'du, 13:42)
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS. Yunus, 10:13-14)
Ayat-ayat berikut ini berkaitan dengan prinsip sunatullah: Mereka yang memiliki iman yang murni kepada Allah dan tidak mengadakan sekutu bagi-Nya akan mewarisi bumi. Beberapa ayat adalah sebagai berikut:
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur, sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai para hamba-Ku yang saleh. (QS. Al-Anbiya', 21:105)
Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.
Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala. (QS.
Ibrahim,14:14-15)
Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang[556]. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.[557] (QS. Al-A'raaf, 7:128-129)
[556]. Mereka mengeluh kepada Musa a.s bahwa nasib mereka sama saja; baik sebelum kedatangan Musa a.s untuk menyeru kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakan Firaun, maupun sesudahnya. Ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan kelemahan daya juang pada mereka.
[557]. Maksudnya: Allah akan membalas perbuatanmu, yang baik dibalas dengan yang baik, dan yang buruk dibalas dengan yang buruk.
Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al-Anbiya', 21:18)