Hanya sedikit sajalah pengamatan, yang dapat diuraikan secara jelas dan teliti, seperti yang dilakukan oleh seorang dokter di New York mengenai apa yang telah dia lihat bersama keluarganya. Apa yang telah dia lihat bersama keluarganya itu, terjadi pada tanggal 11 April 1964, pada jam 18.30 (malam hari), dan berlangsung selama tidak kurang dari 45 menit.
Kita akan mengutip uraiannya secara penuh dengan menekankan, bahwa penyaksian itu bukanlah berasal dari surat kabar ataupun dari orang ketiga. Apa yang akan kita kemukakan, merupakan laporan resmi dari si dokter itu sendiri kepada instansi-instansi pemerintah.
Sebuah bekas yang panjang, yang berakhir pada sebuah Spiral hitam legam.
Laporan, yang luar biasa itu, berbunyi sebagai berikut: Isteri saya, dua orang anak saya dan saya sendiri sedang bertamasya di sebuah lereng bukit setinggi 1.800 kaki diatas permukaan laut, kira-kira 10 mil sebelah Barat-Laut dari Homer, New York. Waktu menunjukkan jam 6.30 malam hari, angin datang dari arah Utara dengan kecepatan kirakira 5 mil setiap jamnya; keadaan cuaca dan udara sangat cerah, dengan sedikit lapisan awan ditepi-langit sebelah Barat. Pada kira-kira jam 6 tadi, beberapa pesawat pembom jet meningggalkan uap bekas perjalannya melintas di langit dari Barat ke arah Timur, akan tetapi bekas itu telah hilang tak lama kemudian. Ketika saya, pada kira-kira jam 6.30, mendongak melihat ke langit agak ke arah Barat-Laut, tampaklah sesuatu, yang saya duga merupakan sebuah bekas yangs angat besar dari sebuah pesawat jet, yang sedang terbang dari arah Timur Laut menuju ke arah Barat Daya. Bekas itu kelihatan sangat putih dan lebar. Pada ujungnya, yang sebalah Barat-Daya, sepanjang kira-kira satu mil, bekas itu terputus. Dan di tempat itu kemudian tampaklah sebuah bentuk spiral hitam-legam sepanjang kira-kira satu mil, yang kelihatannya seperti asap. Kita lihat, bahwa bekas yang putih itu adalah terlalu lebar sebagai bekas pesawat terbang, dan bahwa bagian, yang berwarna hitam itu, tampaknya dikarenakan oleh sudut cahaya matahari, yang dihalangi oleh sebuah bukit yang terletak sejauh beberapa mil di sebelah Barat tempat kita berada. Bekas uap putih itu tetap menggantung di udara, dan perlahan-lahan menurun ke arah Selatan sambil melenyap. Andaikata bekas yang putih itu tidak mendadak terputus, disusul oleh kehampaan, untuk kemudian disusul munculnya spiral-spiral hitam-legam itu, maka kita akan menganggap, bahwa apa yang kita lihat itu merupakan suatu kejadian biasa.
Saya sekeluarga semua mengawasi peristiwa aneh itu
Kira-kira sepuluh menit telah berlalu. Mendadak saya sadar, bahwa spiral asap hitam itu menurun ke arah Barat, sedangkan bekas yang putih itu telah bergerak menurun ke arah Selatan. Dan lagi, spiral hitam itu menjadi lebih hitam lagi; kami semua melihat kejadian itu. Kemudian saya mengambil teropong 6/25 saya, untuk lebih jelas mengamat-amati spiral asap hitam itu; saya sangat heran, karena meliha kejadian seperti kegiatan gunung berapi, yang tampak dari asap hitam itu. Asap itu sekarang mendekati kelompok lapisan awan, yang ada di langit sebelah Barat. Kemudian, secara mendadak, spiral asap hitam itu merubah kedudukannya dari horisontal menjadi vertikal; asap hitamnya bertambah banyak, dan kelihatan seperti sebuah kapal terbang yang dikelilingi oleh asap, yang perlahan-lahan jatuh dari langit. Pada waktu yang bersamaan, asap itu mengambil bentuk, yang mirip dengan bentuk pisang. Dia tidak lagi kelihatan seperti jatuh; dia berhenti sama sekali, dan tetap menggelantung di udara selama dua atau tiga menit. Kemudian dia kelihatan seakan-akan melebur diri dalam awan dan menghilang. Kami berempat dapat dengan mudah melihat kejadian itu semua tanpa teropong.
Sebuah Kilatan Cahaya Putih
Kira-kira tiga menit lagi telah berlalu, dalam waktu mana kami saling bertanya, apakah mata kami benar-benar telah melihat semua kejadian tadi. Dan kemudian, Secara tibatiba, anak perempuan saya berseru: Itu ada lagi. Yang muncul itu ternyata merupakan sebuah benda yang berbentuk pensil. Pada jarak yang demikian jauh, kami tidak dapat memperkirakan berapa panjangnya benda itu, akan tetapi benda itu mungkin sebesar kapal selam. Dia bergerak sepanjang batas langit, dari kiri ke kanan. Kami tidak dapat memastikan, apakah benda itu merupakan benda yang pertama tadi, ataukah benda lain lagi, yang mengikuti benda pertama, sebab penampilan ke dua ini terjadi di tempat, yang terletak di sebelah kiri dari tempat, di mana benda yang pertama tadi menghilang dalam awan. Pada waktu saya sedang mengama-amati benda itu dengan teropong saya, tampaklah sebuah kilatan cahaya putih ke luar dari bagian belakangnya, dan, dengan kecepatan yang luar biasa tingginya, benda itu meluncur ke depan sampai jarak sepanjang lima kali panjangnya sendiri, untuk kemudian dengan mendadak berhenti lagi. Selama itu, benda itu tetap berbentuk pencil, dan kelihatannya terkatung-katung di udara. Anak saya, yang laki-laki, menguraikan kejadiannya, pada waktu saya mengamat-amati semuanya dengan teropong. Benda itu menjadi besar di bagian tengahnya, dan kemudin, sambil mengeluarkan asap, meluncur ke belakang lagi, sejauh dan dengan kecepatan sama dengan pada waktu meluncur ke depan tadi. Sekali lagi dia berhenti, dan panjangnya mulai menyurut, sehingga bentuknya berubah menjadi bentuk cakram, dan tebal di bagian tengah.
Andaikata Kami Berempat, Tidak Semuanya Melihat Kejadian Itu, Maka Saya Akan Ragu Ragu Untuk Memohon Perhatian Anda mengenai Laporan Saya ini. Kemudian terjadilah bagian, yang paling tidak masuk akal, dari keseluruhan peristiwa itu. Benda itu berubah lagi, dari bentuk cakram atau piring menjadi bentuk bulat, dan kemudian perlahan-lahan membelah diri menjadi dua, bagian yang satu diatas bagian yang lainna; bentuknya seperti sel dibawah sebuah mikroskop. Bagian yang atas kemudian tambah lama tambah mengecil, dan akhirnya hilang menjauh. Akan tetapi bagian yang lainnya menurun dengan sudut 45 derajat ke arah tempat, dimana tadi menghilang benda yang berbentuk pisang. Pada tempat itu, dia nenbelah diri lagi menjadi dua, akan tetapi bagian bawahnya mengambil bentuk pensil horisontal, sedangkan bagian atasnya kemudian menghilang. Kami mengetahui, bahwa bentuk pensil itupun menghilang dari pandangan. Keseluruhan peristiwa itu terjadi kira-kira 45 menit. Andaikata kami tidak semuanya melihat kejadian itu,, mka saya akan ragu-ragu untuk membuat laporan ini.
Di Planit-Planit Lain Tidak Mungkin Ada Kehidupan
Seperti halnya ribuan laporan lainnya, maka laporan dokter dari New-York itu jlas merupakan suatu laporan dari seseorang, yang mempunyai maksud baik, dan yang sehat pikiranya serta tidak mempunyai gagasab yang aneh-aneh seorang warga Amerika, yang baik danjujur yang seperti yang dikatakannya sendiri, hanya menguraikan secara berhatihati hal-hal, yang telah benar-benar dia lihat.
Akan tetapi, walaupun sudah ada banyak dan beraneka ragam bukti, namun ilmupengetahuan secara resmi masih belum mai mempertimbangkan dan memperhatikan persoalan UFOs.
Pendapat para sarjana kuno dapat diringkas sebagai berikut: Uraian mengenai pringterbang dan benda-benda angkasa-luar merupakan hasil dan akibat dari gangguan syaraf. Tidak mungkin ada kehidupan yang berakal, seperti yang kita kenal di bumi kita ini, di dunia lain terutama dalam susunan matahari. Bumi kita ini mungkin merupakan satusatunya planit, yang memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya kehidupan yang lebih tinggi. Kalau tokh ada kehidupan di lain planit, maka kehidupan itu tidak akan lebih daripada kehidupan bebeapa macam tumbuh tumbuhan dan kuman-kuman. Dan, sekalipun andaikata ada suatu bangsa makhluk berakal hidup di salah satu planit lain, bagaimanakah mereka dapat sampai di bumi kita ini! Dunia, yang mungkin ada penghuninya, terletak demikian amat sangat jauhnya dari bumi kita; jaraknya diukur dengan kecepatan cahaya setahun. Bagi kita sendiri, kita tidak akan mungkin datang di dunia lain, yang letaknya demikian jauh dari bumi kita. Kalau kita membayangkan suatu ekspedisi ke luar tata-bintang kita sendiri, maka apa yang kita bayangkan itu hanyalah merupakan suatu khayalan belaka. Sebab ekspedisi demikian, akan menjumpai kesulitan-kesulitan di bidang fisiologi dan teknik, yang tidak dapat dipecahkan.
Dan dari sudut pandangan itu, para sarjana kuno melanjutkan bertanya mengenai bagaimana mungkin makhluk lain dengan hasil baik dapat melakukan sesuatu, yang kita sendiri tidak akan dapat melakukannya. Apa yang disebut pesawat angkasa luar, yang katanya pernah terlihat, sebenarnya tidak ada; dan orang, yang mengira bahwa dia pernah melihatnya, merupakan korban dari khayalannya sendiri.
Angan-angan Ilmu pengetahuan
Adalah jelas, bahwa para sarjana kuno telah menerima secara mutlak pernyataan, yang telah dikeluarkan oleh akhli kimia besar Marcelin Bethelot dalam tahun 1887, yang berbunyi: Sejak saat ini di jagad raya tidak ada lagi misteri. Dan pada waktu yang kirakira sama, Professor Lippmann, yang terkenal, berkata kepada salah seorang mahasiswanya, bahwa ilmu alam telah selesai, dibagi-bagi, tersusun dalam urutan yang baik, dan lengkap, dan menyarankan agar muridnya itu memasuki lapangan pengetahuan lain. Mahasiswa itu bernama Heilbronner, yang kemudian menjadi seorang professor pertama di bidang ilmu kimia fisika di Eropa; dia telah membuat penemuan-penemuan yang hebat mengenai pencairan udara dan logam-logam ultraviolet. Para akhli jaman Napoleon III menunjukkan dengan semua bukti yang tersedia, bahwa dinamo Gramme tidak akan berputar, dan Turpin, yang telah menemukan obat peledak, ditangkap sebagai orang yang tak waras otaknya,
Seorang akhli matematika yang genius, Poincare, yang menjadi korban gagasan yang berlaku pada waktu itu, menulis sebagai berikut: Pikiran sehat saja sudah cukup, untuk memberi pengertian kepada kita, bahwa jelas tidak mungkinlah untuk menghancurkan sebuah kota dengan memecahkan dan mencerai beraikan 1/2 kg. logam.
Ketika Heraclitus Membayangkan Einstein.
Hiroshima, dan sejumlah peristiwa genting lainnya, telah menghancurkan sama sekali batas batas sempit positivisme ilmu pengetahuan dari Poincare dan Berthelot.
Kita sekarang lebih berhati-hati dan waspada. Kita mengetahui, bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan segala-galanya, dan bahwa dunia ini penuh dengan misteri dan kejadian-kejadian aneh; daftar keajaiban-keajaiban, yang belum dapat dipecahkan berdasarkan ilmu pengetahuan, adalah sangat panjang. Kita akan mempunyai kesempatan, dalam rangkaian buku ini, untuk mengetahui keajaiban-keajaiban itu, bukannya untuk menantang atau mengejek para sarjana, melainkan sebagai suatu peringatan penting, bahwa kita tidak boleh menyombongkan diri.
Pengertian-pengertian dalam kepercayaan keagamaan merupakan dasar, di mana kita membangun pengetahuan dan pandangan kita tentang dunia. Juga mengenai waktu dan jarak.... Lima abad sebelum Masehi, Heraclitus yang pandai menyinggung secara aneh soal air dalam sebuah sungai, yang pada waktu yang sama bergerak dan tetap tanpa gerak. Penemuan-penemuan terakhir dari Langevin, Perrin dan Einstein, secara aneh telah menjadikan ilham Heraclitus suatu kenyataan.
Eric Temple Bell menulis: Tentunya tidak pernah dipercaya pada waktu itu; sekali lewat, terus masuk ke dalam kehampaan; waktu adalah satu dan abadi, waktu yang telah lalu, waktu sekarang dan waktu yang akan datang hanyalah merupakan segi pandangan yang berbeda-beda.
Kesangsian Merupakan Suatu Hal, Yang Kita Alami Sehari-hari.
Kita sekarang hidup dalam jaman, di mana sejarah menahan napasnya, di mana apa yang ada dilepaskan dari apa yang telah lalu persis sebagai sebuah bukit es lepas dari pegunungan es dan terus mengapung pergi mengarungi lautan yang tanpa batas. Sekarang ini merupakan suatu jaman, yang tidak lagi dikelilingi atau dibatasi oleh ketentuanketentuan, yang sulit dimengerti.
Sangsi dan ragu-ragu adalah nasib kita sehari-hari, berkata dengan getirnya Von Braun, si gembong roket. Dan karenanya, mengapakah kita harus menolak laporan orang-orang, yang telah menyaksikan sendiri benda-benda angkasa luar dan UFOs Berdasarkan ilmu pengetahuan apakah kita lakukan penolakan itu Sebab masing-masing ilmu pengetahuan telah menyatakan sendiri batas-batas bidangnya, dan ilmu pengetahuan sendiri telah mengakui ketidak mampuannya untuk memberikan penjelasan mengenai semua keajaiban! Dengan sendirinya kita mempunyai kecenderungan untuk menekan ke luar khayalan-khayalan, yang aneh itu, dari rasa kesadaran kita; uraian-uraian yang tak masuk akal, dan orang-orang hijau kecil, yang ke luar dari kapal-kapal terbang mereka yang aneh di tengah-tengah lapangan.... Dan, dengan sendiri, tidak adalah sesuatu untuk membuktikan secara konkrit adanya mereka iu, Di bumi kita ini tidak ada benda-benda angkasa luar, yang dapat kita amat-amati, atau piring terbang yang dapat kita kupas....
Akan tetapi, di dunia ini demikian banyak orang, yang menyaksikan; apakah uraian mereka itu harus ditolak demikian saja Ratusan ribu pria dan wanita telah menguraikan kejadian-kejadian, yang mereka alami sendiri; dapatkah kita menganggap mereka semua sebagai pembohong dan penipu, sebagai orang gila, sebagai orang tidak normal atau orang tidak waras
Perkawinan Aneh Antara Hal, Yang Mengherankan, Dengan Hal, Yang Pasti dan Nyata.
Oleh karena ilmu pengetahuan itu terus maju, maka kita tambah lama tambah lebih mengetahui apa yang tadinya tidak kita ketahui. Ilmu pengetahuan itu mengajarkan kepada kita, bahwa ada hal yang sederhana dan dapat kita lihat, dan hal yang kompleks dan tidak dapat kita lihat. Sebuah meja, sebuah kursi dan langit yang berbintang, merupakan suatu kenyataan, yang pada dasarnya berlainan sama sekali dengan pemikiran dan gagasan mengenai benda-benda itu.
Paul Valery, penulis syair ramalan yang halus Le Cimetiere marin (Kuburan angkatan laut), di mana anak-anak panah terbang dan tidak terbang... menyatakan dalam jilid IV dari tulisannya Varietes (Perbedaan), bahwa, di bidang pengetahuan, yang mengherankan dan yang pasti telah bersepakat untuk mengadakan perkawinan yang mentakjubkan. Di dalam biologi, ilmu alam dan matematika, sekarang digunakan katakata tempat lain yang tertentu, cahaya terlarang, dan jumlah tenaga tertentu, yang kesemuanya merupakan istilah istilah, yang belum berapa lama berselang hanya digunakan oleh para tukang sihir, atau oleh orang-orang yang menangani soal-soal ajaib, dan dalam syair.
Itu semua merupakan gangguan dari yang aneh-aneh ke dalam bidang ilmu pengetahuan pasti, suatu penyerbuan dari yang tak masuk akal ke dalam benteng ilmu pengetahuan....
Hal yang aneh-aneh bukan lagi hanya merupakan hasil dari khayalan kita. Dan... oleh sebab itu, bagaimanakah kita sekarang dapat menentukan secara pasti garis batas, yang memisahkan keanehan dari kenyataan, dunia yang tak terlihat dari dunia yang terlihat Siapakah, yang berhak dan mempunyai kekuasaan, untuk mengatakan, bahwa tidak dunia lain, yang sejajar atau menyamai dunia kita ini
Adakah Suatu Pangkalan UFO, Yang Amat Sangat Rahasia
Dan bagaimanakah, andaikata piring-piring terbang itu merupakan bagian dari salah satu dunia, yang menyamai dunia kita ini
Kemungkinan itu tidak lepas dari pemikiran para penyelidik, yang berpendapat, bahwa di sesuatu tempat di dunia ini UFOs mempunyai pangkalan, yang amat sangat rahasia; dari pangkalan itu mereka sewaktu-waktu muncul, untuk mengunjungi dan mengamat-amati kita!
Berkenaan dengan dunia lain yang menyamai dunia kita itu, seorang akhli antropologi Amerika, Loren Eiseley, menguraikan suatu ceritera aneh. Suatu ceritera mengenai pertemuan antara seekor burung gagak dan sesuatu, yang diperkirakan merupakan seorang manusia terbang. Eiseley menulis sebagai berikut:
Menjumpai suatu dunia lain bukanlah semata-mata merupakan suatu kejadian Khayalan belaka. Hal itu dapat terjadi pada manusia, dan kadang-kadang juga pada binatang. Batas antara dunia kita dan dunia lain itu bergeser atau saling bertautan; dan kalau kita berada di batas itu pada waktu terjadinya pergeseran atau pertautan, kita akan mengalami hal yang aneh. Saya melihat hal itu terjadi pada seekor burung gagak; burung itu tetangga saya. Saya tidak pernah mengganggunya, akan ttapi dia sangat berhati-hati, dan tetap tinggal di puncak pohon-pohon, atau terbang tinggi menghindari manusia. Dunianya mulai pada tempat, yang tak dapat dijangkau oleh penglihatan saya.
Pada suatu pagi, daerah kami diliputi oleh kabut, yang luar biasa tebalnya. Saya harus mengira-ngira jalan saya ke stasiun kereta api. Dengan sangat tiba-tiba, padaketinggian mata saya, muncullah dua buah sayap hitam kelam dengan didahului sebuah paruh besar, dan keseluruhannya itu tadi lewat secepat kilat, dengan mengeluarkan teriakan yang sangat mengerikan, sehingga saya menjadi takut. Suara teriakan itu terus mengganggu saya sepanjang hari; rupa-rupanya ada yang ditakuti oleh burung itu. Saya mengawasi diri saya di dalam cermin, untuk mengetahui apakah kiranya demikian menakutkan pada diri saya. Akhirnya saya mengerti. Batas antara dunia kita dan dunia lain itu bergeser karena kabut! Burung gagak itu, yang mengira bahwa dia sedang terbang pada ketinggian yang biasanya, tiba-tiba dikejutkan oleh suatu pemandangan; baginya, pemandangan itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dia ketahui! Dia telah melihat seorang manusia berjalan di udara, di dalam daerah dunia si burung gagak itu. Dia telah berjumpa dengan suatu wujud, yang amat sangat ganjil baginya; dia telah melihat manusia terbang.... Sekarang, kalau dia dari atas melihat saya, dia berteriak kecil, dan mengenal suara, yang ragu-ragu itu, sebagai teriakan makhluk yang dunianya telah goyah. Dia sudah tidak sama lagi seperti burung gagak yang lain-lainnya.
Apakah UFOs Mengancam Planit Kita
Dalam menolak untuk mengakui adanya bukti-bukti mengenai UFOs, apakah kita tidak sudah menunjukkan rasa takut kita dalam persoalan Pergeseran batas, walaupun secara bingung Apakah itu disebabkan karena ketakutan kita terhadap apa yang belum kita ketahui Mungkin, secara tidak sadar, kita tertawakan kejadian itu karena kita tidak dapat mengertinya, dan juga karena kita ingin mengelilingi dunia kita dengan suatu dinding, untuk melindungi diri kita dari ganggguan hantu-hantu itu, yang datang dari tempat lain yang tidak kita ketahui.
Penolakan terhadap kejadian nyata, yang tidak kita mengerti, tidak pernah dapat mengembangkan ilmu pengetahuan sedikitpun juga, demikianlah akhli perbintangan terkenal, Camille Flammarion, menulis.
Sebenarnya sudah banyak sarjana, yang merasa tertarik pada persoalan UFO, misalnya orang-orang seperti Allen Hyneck dan James MacDonald, dua orang konsultan teknik pada komisi penyelidikan Angkatan Udara Amerika Serikat. Dr. Allen Hyneck, Direktur Observatorium Darborn, dekat Detroit, yang mengikuti pendapat para sarjana kuno, mulamula menolak adanya UFOs sebagai kenyataan, akan tetapi setelah penyelidikanpenyelidikannya, dia merubah sikapnya mulai tahun 1965, karena sangat banyaknya laporan-laporan yang memerinci, yang disampaikan kepadanya. Dan beberapa tahun kemudian, dia menyatakan pendapatnya secara resmi, bahwa piring terbang memang benar-benar ada, dan bahwa benda itu merupakan kendaraan angkasa luar, yang datang dari dunia lain yang juga berpenghuni. Malahan lebih daripada itu, dalam tahun 1972, di Universitas Northwestern, dia mengadakan kursus, yang pertama di dunia ini, mengenai UFOs.
Seperti halnya Allen Hynek, James MacDonald juga merasa yakin tentang adanya piring terbang itu. Menghadapi penolakan tentang adanya UFOs, yang dilakukan oleh Komisi Penyelidikan Amerika-penolakan, yang nantinya akan kita bahas-MacDonald tidak raguragu untuk mengajukan permohonan. Di depan Komisi Ruang Angkasa dari PBB dia berseru sebagai berikut:
Kepada para sarjana, yang menolak adanya kenyataan ilmiah tentang adanya UFOs, saya mohon dengan sangat untuk mau menunjukkan kemurahan hati.... Bukti-bukti, yang terkumpul selama beberapa tahun ini adalah mengagumkan.... Ancaman UFOs terhadap bumi kita bukanlah merupakan suatu soal khayalan ilmiah, atau suatu khayalan menakutkan... semuanya adalah benar dan nyata. Terus menolak, menurut pendapat saya, merupakan sikap yang tidak bijaksana.....
Prasejarah Resmi; Apakah itu Merupakan Sesuatu Lelucon Belaka
Semua ceritera kuno memperkuat pendapat MacDonald. Ceritera-ceritera iu menguraikan soal kendaraan terbang, manusia ruang angkasa, dan pengunjung yang datang dari Seberang.
Bagaimanakah dapat dijelaskan, bagwa ceritera-ceritera kuno, yang ada di tempat-tempat dari Mesopotamia sampai ke Tibet, dari Amerika Selatan sampai ke Cina dari Irlandia sampai ke Jepang, hampir sama atau serupa satu sama lain
Bagaimanakah andaikata ceritera-ceritera kuno itu bukanlah hanya merupakan dongengan belaka, melainkan sedikit banyak merupakan laporan tentang peristiwa yang benar-benar terjadi, yang pernah dialami oleh para nenek moyang kita pada jaman dahulu Brinsley Le Poer Trench menulis sebagai berikut: Mitologi ditulis secara cepat, merupakan sejarah yang diringkas, dan bersifat sejajar atau semacam. Kebenaran, yang tersembunyi di belakang sebuah ceritera kuno, mempunyai arti dan makna yang lebih luas daripada arti sejarahnya sendiri.
Para akhli miologi, yang mempunyai nama besar di dunia-Craffard, Evans, Ullrichmengajarkan kepada kita, bagaimana kita harus melihat dongeng-dongeng, yang sangat kuno, mengenai umat manusia, dengan suatu kacamata baru. Menurut Ullrich misalnya, dua benua yang terendam air, Atlantis dan Mu, kini yang satu berada di bawah perairan Laut Atlantik dan yang lain di bawah perairan Laut Pasifik, bukanlah merupakan kerajaan dongeng kuno. Kita akan melihat, bahwa beberapa akhli mitologi mengemukakan pandangan, yang mengagumkan. Menurut mereka, Atlantis dan Mu masing-masing merupakan kerajaan pertama, yang didirikan oleh orang-orang angkasa luar di bumi kita beberapa puluh ribu tahun yang lalu. Dua Kerajaan, yang kemudian dihancurkan oleh banjir dunia, yang melemparkan umat manusia kembali ke Jaman Batu.
Craffard menyatakan:Prasejarah, sbagai yang diajarkan dalam buku-buku, merupakan suatu lelucon besar.
Warisan Yang Amat Sangat Kuno, Dari Peradaban Yang Telah Hilang
Kita mengetahui, bahwa sejarah mengandung hal-hal terentu, yang tidak kita duga semula. Selama beberapa ribu tahun orang menganggap secara naif, bahwa Troya merupakan sebuah kota dari cerita-cerita kuno, yang diciptakan oleh penyair Homer. Seorang saudagar Jerman Schlieman, kemudian mengadakan penyelidikan sendiri, untuk mengetahui kebenaran persoalan itu. Dan kita mengetahui bagaimana hasilnya.
Mengapakah tidak akan terjadi yang sama dengan kendaraan-terbang, orang-orang angkasa luar dan Atlantis Siapakah yang tidak akan mengatakan, bahwa di kemudian hari akan muncul orang-orang seperti Schliemann, untuk menggali reruntuhan peradaban tertentu, yang telah hilang
Ilham Heraclitus, Democritus dan para ahli falsafah atom Yunani dalam persoalan kenesbian (yang tidak mutlak/abadi) muncul pada jaman 2500 tahun sebelum terjadinya penemuan-penemuan Einstein.
Contoh terakhir itu bukanlah merupakan contoh satu-satunya. Kita akan melihat, bahwa penemuan-penemuan dalam abad ke 20 ini sering kali merupakan penemuan kembali (!), dan bahwa cerita-cerita kuno tertentu bersifat penyaksian mengenai ilmu pengetahuan yang mengagumkan. Apakah itu semua merupakan sebuah peninggalan jaman purba, yang diwariskan kepada kita oleh suatu bangsa manusia yang berkebudayaan tinggi, yang peradabannya kemudian di sapu bersih oleh suatu bencana alam seperti Banjir-Taufan Bagaimanakah andaikata ceritera, yang paling kuno, mengenai manusia, ceritera mengenai jaman ribuan tahun yang lalu, menguraikan soal ekspedisi angkasa luar yang aneh
Dan bagaimanakah andaikata para sarjana jamans ekarang baru mulai mengerti isyaratisyarat pertamanya saja Bagaimanakan selanjutnya, kalau kita menyiapkan diri untuk mengulangi perjalanan-perjalanan di angkasa luar, dalam pola nenek moyang kita yang paling pertama, yang dengan tiba-tiba muncul dari angkasa luar Sebagaimana dikatakan oleh Shakespeare: Apa yang telah lalu merupakan suatu pendahuluan.