Adapun orang-orang kafir dari luar Islam, mereka menyerang Islam dari luar. Sedangkan orang-orang munafik dan ahli bid'ah, mereka menikam kaum muslimin dari arah belakang.
Tentang makar orang-orang kafir, Alloh menyebutkan solusi dari makar mereka di dalam kitab-Nya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
"Dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan)." (QS. an-Nahl [16] : 127-128)
Oleh sebab itu, jika umat Islam tidak ingin bersempit dada terhadap makarmakar orang kafir hendaknya mereka berpegang teguh dengan dua perkara di dalam ayat di atas, yaitu : taqwa dan ihsan. Apabila umat Islam melaksanakan taqwa dan ihsan, Alloh menjanjikan kelapangan dari makarmakar orang-orang kafir.
Tetapi kenyataannya saat ini sebagian besar dari kaum muslimin melakukan hal-hal yang kontradiktif dengan taqwa dan ihsan. Banyak di antara mereka yang terjerumus ke dalam kesyirikan dan kemaksiatan.
Musuh berikutnya yang lebih berbahaya bagi kaum muslimin adalah ahli bid'ah dan syubuhat, dari jalan merekalah umat ini tenggelam ke dalam kesyirikan dan kemaksiatan. Merekalah yang mendorong orang-orang jahil dari kalangan kaum muslimin ke dalam kesyirikan. Mereka membuat para pelaku kemaksiatan semakin jauh dari jalan yang lurus karena mereka ghuluw di dalam mengingkari kemaksiatan sehingga menghalalkan darah seorang muslim yang melakukan kemaksiatan. Di antara ahli bid'ah ini ada yang mendorong kaum muslimin untuk melakukan kemaksiatan, dihiasilah kemaksiatan dengan nama-nama yang indah dan agamis. Mereka namakan campur baur laki-laki dan perempuan sebagai "percampuran jiwa dan fana" di dalam dzat Alloh. Mereka namakan khomer dengan "minuman ruhani". Mereka namakan nyanyian dan musik dengan nama "nasyid dan nyanyian
Islami". Mereka namakan partai-partai pemecah belah umat sebagai "jama'ah pemersatu kaum muslimin". Mereka namakan ketaatan kepada waliyyul amri dalam perkara ketaatan sebagai "ketaatan kepada thoghut". Dan masih banyak lagi bualan-bualan mereka yang tidak mungkin disebutkan semuanya. Dengan syubhat-syubhat mereka ini jadilah ketaatan menjadi kemaksiatan, dan kemaksiatan menjadi ketaatan.
Sejak munculnya kelompok-kelompok bid'ah, para salafush-sholih dan pengikut mereka selalu menghadapi dan melawan semua bid'ah dan syubhat ini dengan terang-terangan. Mereka membendung arus bid'ah dan syubhat ini dengan hujjah dari Kitab dan Sunnah, demikian juga dengan pedang sebagaimana dilakukan oleh Ali bin Abu Tholib rodhiyallahu anhu terhadap Khowarij.
Tidak henti-hentinya kelompok-kelompok bid'ah ini tegak hingga hari ini. Tidak ada firqoh yang muncul kemudian punah, bahkan semakin banyak firqoh yang muncul.
Seiring dengan kemajuan teknologi media massa , semakin luas jangkauan syubhat yang dilontarkan oleh kelompok-kelompok bid'ah ini, dan membuat semakin bingung para pemuda muslim yang memiliki semangat Islam yang tinggi tetapi tidak tahu mana yang haq dari dakwah-dakwah yang tersebar di sekelilingnya.
Maka sangat diperlukan garis pemisah yang memilah mana Ahlis Sunnah dan mana ahli bid'ah, mana dakwah salafiyyah dan mana dakwah hizbiyyah; terutama di zaman sekarang yang banyak ahli bid'ah mengaku Ahli Sunnah dan banyak para hizbiyyun yang mengaku salafiyyun.
Berikut ini kami paparkan secara ringkas beberapa garis pemisah yang memilah antara dakwah salafiyyah Ahli Sunnah dengan dakwah hizbiyyah ahli bid'ah.