HAKIKAT DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB TERHADAP PEMERINTAHAN UTSMANI - 1
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid At Tamimi, lahir pada tahun 1115 H./ 1703 M. di sebuah tempat yang bernama Uyainah yang berada di sebelah Utara Riyadh. Jarak antara Riyadh dan Uyainah sekitar 70 kilo meter jika ditempuh dari sebelah barat. [2]

Dia sangat mencintai ilmu pengetahuan sejak masa kecilnya. Selama masa kanak-kanaknya, telah tampak beberapa hal yang sangat istimewa dari dirinya. Dia hafal Al-Quran, belajar fikih Hanbali, tafsir dan hadits. Dia banyak mempelajari dan mengagumi buku-buku yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam bidang fikih, akidah dan logika. Selain itu juga, is pun sangat terpengaruh dengan buku-buku Ibnu Qayyim, Ibnu `Urwah Al-Hanbali dan yang lainnya. Maka jadilah dia seorang yang menganut paham salafi. [3]

Dia mengembara untuk menuntut ilmu ke Mekkah, Madinah, Bashrah dan Ahsa'. Dia harus menghadapi tantangan yang demikian keras dan fitnah yang bertubi-tubi di Irak tatkala dia menyatakan pandangan-pandangannya di sana. Setelah itu dia kembali lagi ke Najd.

Saat dia pulang ke Huraimala' di Najd. dia memulai dakwahnya untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, menyibukkan diri dengan ilmu dan mengajar serta mengajak manusia pada akidah tauhid yang bersih. Dia memperingatkan akan bahaya syirik, macam-macam dan berbagai bentuknya. Bahkan dia harus sering mengalami ancaman pembunuhan dari orang-orang yang bodoh di Huraimala' akibat seruannya ini. Setelah itu, dia kembali ke tempat kelahirannya di Huraimala'. Dia disambut hangat oleh penguasa dan mendorongnya untuk melanjutkan dakwah yang sekarang dia tekuni. Di Huraimala', syariah ditegakkan dan hukum bagi pelaku kriminal -hududdiberlakukan. Namun dia tidak tinggal lama di Huraimala', karena adanya tekanan penguasa Al-Ihsa' terhadap penguasa Huraimala' agar penguasa Huraimala' membunuh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka Syaikh pun keluar dengan berjalan kaki menuju Dir' iyyah.