Dari permulaan penulisan karya ini hingga selesai, saya mendapatkan banyak sekali uluran tangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan sekadar ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah rela mengulurkan tangannya kepada saya.
Terima kasih yang tidak terhingga saya ucapkan kepada Bapa dan Mama, atas doa, perhatian, dan cintanya pada keluarga. Almarhumah Mbah Sutini/Sudarti, yang secara tidak langsung mengajarkan arti perjuangan hidup. Kepada Eva Diana Sari, atas segala dukungannya. Seluruh keluarga besar saya di Jakarta, terima kasih atas dukungannya, baik moril maupun materiil. Rasanya karya ini terlampau sederhana untuk didedikasikan kepada mereka, tapi mudahmudahan jadi semacam pembuktian pada keseriusan saya dalam menulis. Kepada seluruh staf pengajar di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Unpad, saya ucapkan terima kasih banyak atas semua ilmu dalam bidang sejarah yang saya dapatkan selama kuliah. Bapak Jakob Sumardjo, terima kasih atas ide, informasi, diskusi, serta waktu luangnya guna menuliskan pengantar karya ini. Para pustakawan di beberapa perpustakaan, seperti Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Perpustakaan H. Usmar
Ismail Sinematek Indonesia, Perpustakaan Nasional RI, Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin, dan Perpustakaan STSI Bandung, yang telah saya repotkan ketika saya melakukan penelitian.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada kawankawan seperjuangan saya di Jurusan Sejarah Unpad, seperti Gani A. Jaelani, Angga Wijaya, Fadly Kurniawan, Pandu Dirgantara, dan Barrian Fauza atas hiburan yang selalu dapat menghapus kepenatan saya serta menjadi kenangan indah di kampus. Serta kepada seluruh kawan-kawan di Jurusan Sejarah Unpad yang tidak bisa saya sampaikan di atas kertas yang teramat sempit ini satu per satu. Kepada semua kawan saya, baik yang di Bandung maupun Jakarta. Kepada pihak penerbit yang bersedia menerbitkan kembali karya saya ini. Terima kasih banyak.
Tentu saja karya ini masih banyak kekurangannya. Namun saya berharap, mudah-mudahan kekurangan-
kekurangan tersebut dapat menjadikan saya tetap rendah hati, mau terus belajar, dan giat menimba ilmu lagi. Akhirnya, saya berharap semoga karya kecil ini dapat menjadi sumbangan setitik ilmu bagi perkembangan penulisan sejarah Indonesia umumnya dan sejarah teater modern Indonesia khususnya.
Jakarta, medio 2013
Fandy Hutari