Al-Quran memberikan penjelasan terperinci tentang kehidupan bermasyarakat. Mereka yang menjalani hidup sesuai dengan ajaran Al-Quran akan mengetahui rahasia kebenaran yang indah, mereka meninggalkan apa yang dilarang karena mereka berpedoman kepada hati nurani. Alhasil, dengan didasari ajaran nilai moral Al-Quran, mereka menghasilkan karya seni yang sangat berharga pada dunia musik, teater dan literatur.
Sebagaimana di gambarkan contoh di atas, Allah mendorong orang beriman untuk menampilkan seni, estetika dan keindahan dalam kehidupan sehari-hari seperti suasana di Surga. Al-Quran tidak membatasi seni, hanya pada karya musik, sastra, dan lukisan saja, tetapi juga seni untuk berkarya di berbagai bidang kehidupan. Orang beriman menampilkan rasa seni mereka dengan berbagai cara; ucapan yang indah, cerdas, menyenangkan dan murah senyum, bicara dengan intonasi dan nada yang tepat dan beretika. Pemilihan pakaian, pengaturan dekorasi rumah dan perhiasan, memasak hidangan yang lezat dan mengundang selera, semua di kemas dengan nilai estetika. Memperlihatkan kasih sayang dan cinta yang tulus, mengekspresikan rasa kasih sayang kepada anak-anak, misalnya atau bahkan menampakkan rasa hormat dan cinta kasih kepada orang yang lebih tua atau sanak saudara yang mengunjunginya.
Masa Keemasan adalah suatu masa ketika orang-orang akan berusaha keras untuk menghasilkan karya seni yang di wujudkan dengan keindahan sikap dan perbuatan mereka kepada orang lain dalam cara berpenampilan, ucapan, dan tindakan.
Kemajuan Industri Bioskop, Film dan Musik
Orang-orang perlu menambah wawasan mereka untuk memahami keunggulan dan keunikan seni pada Masa Keemasan. Saat ini, orang lebih senang menjiplak karya orang lain dari pada berfikir kreatif untuk menghasilkan karya yang berbeda. Jika muncul suatu yang baru maka akan segera ditiru sehingga sesuatu itu kehilangan keasliannya.
Kejenuhan juga muncul di industri musik. Sebagai contoh, menciptakan sebuah lagu adalah kemampuan yang hanya dimiliki beberapa orang tertentu, sementara itu pekerjaan kreatif yang berhubungan dengan lagu memiliki banyak variasi. Kurangnya kreativitas ini didasari karena wawasan yang sempit, persaingan usaha dan kurangnya kecerdasan melihat peluang. Orang-orang cenderung meniru pekerjaan yang umum, mereka lebih menyukai popularitas dan keuntungan materi dengan mengesampingkan tata nilai dan estetika
Karena alasan inilah, banyak karya lama di arransemen ulang dengan gaya berbeda, alasan ini juga yang menyebabkan inovasi di bidang seni teater tidak produktif. Selama beberapa tahun, tema yang sama dimainkan berulangkali hanya dengan perubahan kecil dengan adegan, karakter dan jalan cerita yang tak jauh berbeda. Para seniman kurang menjiwai peran karakternya dan hanya menghafal dialog di luar kepala. Aksi pemain, intonasi dan nada, model peran, dan adegannya sangat kelihatan di buat-buat.
Bagaimanapun, di Masa Keemasan, semua orang akan belajar bagaimana caranya menikmati keindahan sekitar dan akan mengejar kesempurnaan. Kemakmuran akan menjadikan artis untuk menghasilkan karya seni yang mengagumkan. Dunia musik dan cabang seni yang lain juga melahirkan berbagai karya unik dan berharga. Video klip yang sempurna dan berbagai macam hiburan akan membuat setiap saat kehidupan menjadi lebih menyenangkan.
Beberapa seniman saat ini menghasilkan karya seni yang sangat baik. Namun karena alasan-alasan yang disebutkan di atas, jumlah mereka terbatas, sehingga hasil karya mereka hanya dapat dinikmati sedikit orang saja. Di Masa Keemasan, karyakarya indah lahir dan tersedia secara luas untuk masyarakat umum. Ini hanya sebagian kecil dari kemajuan yang khas pada Masa Keemasan. Di lingkungan yang menerpkan ajaran nilai Al-Quran, kehidupan orang-orang yang beriman akan menjadi sempurna.
Pada ayat berikut, Allah memberitahu kita bahwa satu-satunya alasan mengapa orang jauh dari keberkahan adalah ketidakpercayaannya kepada Allah:
Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). (QS. Az-Zukhruf, 43:33-35)
Lingkungan di Masa Keemasan seperti di Surga
Di dalam Al-Quran, Allah memberitahu kita bahawa tempat tinggal orangorang yang beriman kelak adalah Surga. Akibatnya, estetika pemahaman orang yang hidup dengan ajaran nilai moral Al-Quran juga dibentuk sesuai dengan standar Surga. Sebagaimana rumah mereka yang indah kelak di Surga, jalan hidup yang ditempuh orang beriman adalah memperindah dunia untuk mengingatkan mereka kepada suatu tempat yang indah di Surga.
Orang yang beriman memliki kerinduan yang mendorong mereka untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal mereka laksana di Surga. Mereka percaya, Surga adalah suatu tempat yang keindahannya di luar imajinasi kita. Gambaran suatu tempat yang keindahan dan kesempurnaannya tidak mungkin dicapai di dunia ini. Meskipun demikian, Al-Quran mendorong kita untuk menggunakan semua sumber daya yang ada di bumi untuk menciptakan suasana hidup di dunia sebagai gambaran Surga.
Orang-orang yang menjalankan ajaran Al-Quran memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan mereka. Di Masa Keemasan, tempat-tempat umum seperti: jalan raya, tempat ibadah, rekreasi dan tempat kerja serta tempat tinggal mereka akan sangat bersih. Dalam suatu ayat Allah memerintahkan kepada mereka:
"Dan pakaianmu bersihkanlah, dan dosamu bersihkan-lah." (QS. AlMuddatsir, 74:4-5).
Sesuai dengan ayat ini, mereka akan membersihkan pakaian dengan sempurna, deterjen yang diperlukan untuk mencuci akan tersedia bagi semua orang sehingga mencuci pakaian menjadi tugas yang mudah.
Menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi isu penting. Pencemaran lingkungan dan polusi udara tidak akan lagi menjadi ancaman bagi warga kota. Tempat umum akan memberikan segala bentuk kenyamanan kepada masyarakat. Sebagai contoh, air panas dan dingin akan tersedia di tempat-tempat ibadah dan semua orang akan memiliki akses yang mudah pada sarana transportasi umum. Orang tidak perlu lagi mengalami antrian panjang tempat umum, Sistem dan teknologi inovatif akan membuat pengalaman seperti itu menjadi kenangan masa lalu.
Orang-orang memiliki pergaulan sosial yang menyenangkan. Tempat rekreasi dirancang sangat bersih untuk menyediakan kenyamanan, tempat dimana para pemuda akan berkumpul. Makanan dan minuman bebas dari zat yang berbahaya, dan kesehatan manusia akan menjadi perhatian utama.
Orang-orang memiliki hewan piaraan, di sana ada taman yang di dalamnya hidup berbagai macam binatang. Lagipula, hewan yang liar seperti cetah, singa, dan macan hidup di alam bebas. Binatang berbahaya seperti itu atau bahkan ular, tidak lagi menjadi ancaman bagi manusia, racun hewan itu dihilangkan melalui cara biologi. Rasulullah SAW mengarahkan perhatian untuk menciptakan lingkungan yang indah dan aman ini:
Seseorang membiarkan dombanya ditengah padang rumput bersama binatang lainnya, mereka tidak akan memakan sehelai daunpun dari tanaman jagung. Ular dan kalajengking tidak akan berbahaya dan binatang liar akan keluar masuk pintu tanpa membahayakan mereka. 15