juga semut-semut yang mengerubuninya
aku tidak paham yang kutunggu, aku sungguh menginginkan kabut di puncak mantar dan awan yang bergumpal-gumpal sebelum pagi adalah yang kudekap sebelum sepasukan ingatan berderap, menodongkan senjatanya
aku takut terbunuh ingatanku sendiri
kejahanaman dimulai dari kata rindu
yang kala diucapkan menjadi batu-batu
sesepi itulah pengakuanku, tak lagi ada telinga-telinga
yang berbondong-bondong telah memilih
dilahirkan sebagai bayi