berpikir tentang takdir
sedang angin adalah angin
dan batang-batang bambu
tetap menjuntai ke permukaan air
mungkin sebuah alasan
dari tempat lain, masa lain
alasan yang diucapkan dalam bahasa lain
(bahasa yang tua dan binasa
bersama orang-orang selain kita)
apa yang membuat kita merasa perlu
berpikir tentang takdir
menciptakan selaput tipis renungan
sebuah garis yang rampung
namun tak selesai
barangkali sejarah yang berbiak
dalam gelombang pasang kata-kata
peristiwa yang berkali-kali
dicipta ulang oleh getar udara
perkataanmu, misalnya:
sesekali ada longsor di sini
dan belulang yang malang
berkubur di dasar kali.
/2012