Apa yang kita lakukan ketika hendak pergi ke kantor atau menghadiri undangan resepsi pernikahan Tentulah mandi yang bersih, memakai baju yang bagus, dan tak ketinggalan menyemprot badan dengan minyak wangi. Sebegitu antusiasnya kita memantaskan diri kita kala hendak bertemu teman, handai tolan atau keluarga kita. Bagaimana ketika kita akan berdialog langsung dengan Allah Bukankah sholat adalah dialog tanpa perantara kita dengan Allah
Berangkat dari pemahaman tersebut, saya mulai membiasakan diri untuk bersegera mandi begitu bangun tidur. Mandinya pun seperti mandi wajib saat junub; semua anggota badan dibasuh. Apa tidak dingin Sama sekali tidak; justru sangat segar. Bisa dicoba cukup 3 atau 4 hari berturut-turut. Setelah itu, segarlah yang kita rasakan.
Tidak terasa, kebiasaan ini saya pelihara sudah hampir 10 tahun berjalan. Rata-rata, saya bangun tidur 1 jam sebelum azan Subuh berkumandang. Sehabis mandi, masih sangat cukup waktu untuk melaksanakan beberapa sholat sunah, zikir, dan berdoa.
Waktu sepertiga malam adalah waktu paling istimewa dibanding waktu lainnya; golden time. Banyak yang mengetahuinya, namun tidak banyak yang mau dan mampu meraihnya.
Sering kita dengar, orang mengeluh sedang punya masalah menggunung. Ia punya cita-cita dan harapan tinggi. Ia merasa punya banyak dosa dan kesalahan. Namun ironisnya, ia enggan bangun tidur lebih awal. Ia enggan mengadukannya kepada Sang Penggenggam Langit, Bumi, dan Seisinya ini. Padahal, Dialah yang memberi ujian dan Dia pula yang telah menyiapkan jalan keluarnya. Kenapa tidak antusias menghampiri-Nya
Sabda Nabi Muhamamd SAW tentang keistimewaan sepertiga malam ini, Tiap malam Allah turun ke langit dunia. Ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, Allah berfirman, Barangsiapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan perkenankan permintaannya. Dan barangsiapa yang meminta ampunan kepada-Ku, Aku akan ampuni dia.
Ibadah Itu Gampang
Sebenarnya, Allah selalu menunggu doa-doa, rintihan, dan tangisan kita. Sudah sepantasnya kita bergegas untuk mendatangi-Nya. Nah, diperlukan persiapan yang baik ketika kita hendak berdua-duaan bersama Alllah.
Masih sering saya lihat kebiasaan banyak orang yang kurang baik ketika melakukan sholat. Khususnya, Sholat Tahajud atau Subuh. Begitu bangun tidur, banyak yang langsung mengambil air wudhu. Boro-boro mandi, menggosok gigi pun tidak. Pakaiannya pun kadang sama dengan yang dipakai untuk tidur.
33
Astagfirullah. Sangat kurang menghormati-Nya. Sangat bertolak belakang dengan ketika kita hendak menghadiri acara resepsi atau ketika hendak pergi ke kantor, di mana semua berlomba tampil all out, sebagus mungkin.
Selama ini, kita masih sering mengalami kesulitan hidup. Hati-hati, bisa jadi, selama ini doa dan hajat-hajat kita tak didengar-Nya. Apa penyebabnya Tentu beragam kemungkinannya. Bisa jadi karena makanan, minuman, dan pakaian yang kita kenakan adalah hasil dari usaha yang tidak halal.
Bisa jadi juga, karena kekurangsopanan secara fisik dan berpakaian yang saya uraikan di atas. Waspadalah!
06 Desember 2013