KEPULANGAN KELIMA - 10
kita melihat akhir dunia, dan kita tahu segalanya telah membohongi

cerita di rumah-rumah ibadah, dakwah dan hukuman serta surga

semua masuk dalam kegelapan yang tak terpahami

janji

betapa sakit sebuah janji yang tak terpenuhi

dan harapan, betapa bacin sebuah harapan

yang sia-sia

kamu benar,

kamu sangat benar, aku telah menghabiskan masa muda dengan sia-sia

kau mengajariku bercinta, jalan-jalan marah

dan memaki tapi aku tak seutuhnya mengiyakanmu

dan tahulah aku sekarang kenapa kau menolak

semua keyakinan dan menyalahkanku akan

sebuah harapan tentang perdamaian di bawah

kaki tuhan namaku aria, namaku aria,

katamu. siapa namamu

lalu aku terdiam, sebab lupa nama apa yang dicita-citakan ayah

bunda saat mereka bercinta di malam pertama

dan aku juga lupa, siapa nama yang tertera di akta yang dicatat

pemerintah kita

kau kehilangan kunci jika kau melupakan sebuah rahasia

maka apalah arti kegelapan itu bagi mata jika di kepalaku,

kegelapan datang dan menutupi segalanya

jangan takut menyamakan mantra dengan doa

jangan takut memaki jika kau tak suka

selamat pagi, namaku aria, namaku aria

siapa namamu

kegelapan masuk dalam kepala tabrakan planet-planet yang

keluar dari rotasinya matahari yang mencair dan purnama yang

mati malam itu semua masuk dalam kegelapan di kepalaku