cerita di rumah-rumah ibadah, dakwah dan hukuman serta surga
semua masuk dalam kegelapan yang tak terpahami
janji
betapa sakit sebuah janji yang tak terpenuhi
dan harapan, betapa bacin sebuah harapan
yang sia-sia
kamu benar,
kamu sangat benar, aku telah menghabiskan masa muda dengan sia-sia
kau mengajariku bercinta, jalan-jalan marah
dan memaki tapi aku tak seutuhnya mengiyakanmu
dan tahulah aku sekarang kenapa kau menolak
semua keyakinan dan menyalahkanku akan
sebuah harapan tentang perdamaian di bawah
kaki tuhan namaku aria, namaku aria,
katamu. siapa namamu
lalu aku terdiam, sebab lupa nama apa yang dicita-citakan ayah
bunda saat mereka bercinta di malam pertama
dan aku juga lupa, siapa nama yang tertera di akta yang dicatat
pemerintah kita
kau kehilangan kunci jika kau melupakan sebuah rahasia
maka apalah arti kegelapan itu bagi mata jika di kepalaku,
kegelapan datang dan menutupi segalanya
jangan takut menyamakan mantra dengan doa
jangan takut memaki jika kau tak suka
selamat pagi, namaku aria, namaku aria
siapa namamu
kegelapan masuk dalam kepala tabrakan planet-planet yang
keluar dari rotasinya matahari yang mencair dan purnama yang
mati malam itu semua masuk dalam kegelapan di kepalaku