BARANGSIAPA YANG MENYERUPAI SUATU KAUM MAKA IA TERMASUK GOLONGAN MEREKA - 10
Masalah tasyabbuh ini merupakan topik yang sangat penting dan harus dimengerti kaum muslimin. Karena, muslimin di zaman sekarang ini sangat banyak yang terjebak dalam perangkat tasyabbuh yang sangat membahayakan terhadap dien Islam. Bahkan, ada sebagian di antara mereka yang derajat ketasyabbuhannya berada pada tingkat kufur dan ada pula yang sesat (dlalal). Bahkan, ada juga yang jatuh kepada tingkatan bidah. Walaupun penyakit tasyabbuh ini telah pula menimpa orang-orang zaman dahulu, akan tetapi tidak sampai separah sekarang. Kita dapat menemukan bahwa kaum muslimin di zaman kini mengikuti golongan selain mereka dalam sebagian besar perkara, kecuali orang-orang yang benar-benar dijaga Allah Azza wa Jalla.

Sayangnya, kaum muslimin sekarang ini telah mengikuti jejak langkah orang-orang kafir dalam segala jenis perkara, tidak saja mengikuti dalam satu segi dari perkara-perkara ibadah, adat-istiadat, atau yang lainnya, tetapi mengikutinya secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan, baik dalam aqidah, syariat, akhlak, pola tingkah laku, pola berpikir, metoda pendidikan, ekonomi, maupun politik. Contoh: seperti turut memperlakukan sistem perundang-undangan buatan manusia (hukum positif) dan meninggalkan dienullah (hukum Islam). Akibatnya, kaum muslimin baik secara berkelompok maupun dalam lingkup negara beserta organisasi atau negara-negara kafir, turut mendukung diberlakukannya hukum positif tersebut. Hingga, porak-porandalah kaum muslimin dan kemudian mereka menanggalkan dien Islam dalam banyak masalah. Sebagian kecil di antaranya, dalam aspek akhlak, tingkah laku dan petunjuk lahiriah lainnya. Bahkan, ada beberapa negeri muslim yang katanya berpegang kepada As-Sunnah ternyata terjadi syaadzah (penyelewengan dan perbuatan-perbuatan tercela) dengan mencontoh pada akhlak dan budi pekerti orang-orang kafir. Hal ini dapat dirasakan di kalangan masyarakat.

Kami di negeri ini, yakni Kerajaan Saudi Arabia, alhamdulillah, sebagian besar muslimin masih tetap memegang Islam dan masih tetap menjalankan akhlak, kebudayaan, hukum, dan perundang-undangan Islam. Ini merupakan nikmat dari Allah yang harus kita jaga selalu.

Akhirnya, kami berusaha mewasiatkan pada diri kami sendiri dan kepada saudara-saudaraku muslimin agar selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Taala dan selalu memberi nasihat kepada kaum muslimin lainnya. Serta, berusaha untuk mengeluarkan mereka dari keadaan yang menyedihkan ini dengan tetap menjaga segala sesuatu yang telah ada pada kita di negeri ini, alhamdulillah. Baik dalam hal aqidah tauhid, sedikitnya bidah, menegakkan amar maruf dan nahi mungkar, mengamlkan dien sesuai dengan tuntunannya, berhukum pada syariat, dan lain-lain perkara As-Sunnah Azh-Zhahiriyah. Dan, merupakan kewajiban kita untuk membendung segala hal yang membawa kepada kubangan dan jebakan-jebakan orang-orang kafir serta amalan-amalan mereka yang menjadikan kita sebagai sasaran atau jajahannya.

Demikianlah dan kami memohon kepada Allah semoga kita tetap dihidupkan dalam keadaan muslim dan dimatikan-Nya dalam keislaman. Kemudian kita dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Semoga kita diberi petunjuk ke jalan yang lurus serta menjauhkan kita dari jalan yang dimurkai-Nya dan dari jalan yang sesat.

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad , kepada keluarga beliau, dan seluruh sahabat-sahabat beliau.

Ditulis oleh:

Nashir Ibnu Abdul Karim al-Ali Al-Aql Tanggal