Fa's Journal: Super Fabulous Women - 10
Dear Dy,

Fa bingung banget, suer bingung banget. Fa serba salah. Tapi Fa

gak mau disalahin, karena ini semua di luar kontrol Fa.

Last evening, well Friday evening, Fa janjian sama temen Fa untuk

urusan bisnis. Fa pikir dua jam cukup untuk ngobrolin bisnis dan

setelahnya lanjut janjian dengan temen yang lain.

Reno, my business partner emang paling jago buat konsep. Walau

usianya 5 tahun lebih muda dari Fa, urusan bisnis dari A sampai Z

pasti beres.

Tinggal eksekusinya aja di lapangan. Pokoknya Reno paling jempol

dan segala strategi bisnisnya nyaris tidak pernah gagal. Kita

berdua pun larut dalam brainstorming hingga gak terasa udah jam

6 sore.

Sementara itu, Fa juga janjian ketemu Brian, temen masa SMA Fa. Kita cuma mau ngobrol-ngobrol aja ngabisin waktu hari terakhir weekdays minggu ini sambil nunggu macet surut (aiiiir ... kali ... surut ).

Nah, jam 6.30 sore Brian dateng. Dengan lugunya, Fa kenalin Brian ke Reno. Awalnya sih biasa aja. Kita bertiga ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul. Ketawa-ketawa heboh. Cerita-cerita soal kerjaan, temen kantor, bos galak, sampe OB (baca: office boy) yang super gaul.

Dy, do you know apa yang kemudian terjadi antara Brian dan Reno Itu yang sebenernya buat Fa serba salah. Kok sepanjang dinner mereka sering kali Fa pergoki sering saling menatap satu sama lain. Belum lagi sentuhan-sentuhan halus dan setiap celetukan dan candaan. Bertahun-tahun Fa sahabatan dengan Brian, jarang sekali dia sentuh Fa. Lah ini, belum hitungan jam saja kok mereka cepat sekali akrab.

Fa gak pernah punya keberanian untuk judge orientasi seksual Brian. Yang Fa tau, Brian selalu ada untuk Fa. Brian seolah bisa menggantikan segudang my ladies gank yang emang hampir tiap hari hang out bareng. Kadang jika ada di luar kota pun, Brian selalu bela-belain mendengarkan keluhan Fa walau cuma lewat telepon, BBM, atau Skype.

Kalau Reno, sejak kenal dua tahun lalu, Fa tidak sedikit pun menaruh perhatian tentang kepribadiannya karena memang kita hanya concern soal bisnis.

Sampai sore kemarin, sebelum Brian datang, Reno cerita kalau dirinya pernah ditaksir gay. Reno mentah-mentah menolak karena memang tidak ada pikiran ke arah sana. Reno pun sempat memperkenalkan ceweknya kepada Fa beberapa bulan lalu. Ini pun sudah menjadi bukti kuat kalau Reno yang kemayu itu jelasjelas straight.

Tapi Dy, ah Fa pusing banget. Fa iri dan cemburu lihat Reno dan Brian sangat dekat secara jarak intim dalam waktu perkenalan yang sangat singkat. Fa coba enjoy the dinner dan terus bercengkerama dengan mereka. Fa tepis semua pikiran negatif, karena kedua orang yang di depan Fa itu adalah sahabat dan business partner terbaik Fa.

Sampai dengan sangat lembut Brian minta pin BB Reno. Ah ... Fa tau Brian orangnya sangat cuek dan tidak pernah mau pertama kali meminta nomor hape atau any kind of private identity orang yang baru dikenalnya. Fa kenal Brian. Fa pikir Fa kenal Brian seutuhnya. Tapi ini beda. Brian berubah jadi orang yang berbeda.

85

Fas Journal: Super Fabulous Women

Then, time flies so fast. Jam 10 malam Fa pamit mau pulang. Brian yang biasanya tungguin Fa sampai dapat bus, lebih memilih jalur yang searah dengan Reno.

Dy, Fa cemburu ... What Brian has done to me, over a new friend

Dari kejauhan, Fa lihat mereka berjalan beriringan, semakin dekat. Fa lihat keceriaan dan candaan yang diselingi sesekali menepuk punggung masing-masing dan saling merangkul. Fa lihat mereka hingga lenyap di persimpangan.

Agghhh ... Fa gak mau berpikir terlalu jauh.

Seriously, I am jealous. ~~~