Serambi dan bilikku bertukar dayamu.
Kebahagiaan adalah sepotong saputangan
Bagi torehan luka di lengan waktumu.
Dengan segenap sukacita dan arah angin
Aku belajar lagi membilang-bilang senja
Merekam jejak-jejak pelangi dan cakrawala
Di dalam hatimu yang putih dan merelakan.
Setangkai doa kusematkan di rambutmu
Karena telah kau cuci sepasang kedamaian
Dengan senyummu yang menggelapkan surga
Menyesatkan malaikat pencari jalan pulang.
Langit-langit rindu masih yang itu juga
Tak lagi mampu menakar banyak jejaring
Betapa di situ harapan bagaikan laba-laba
Merajut masa depan dan kenangan dirimu.
Dengan Tuhan bersemayam dalam dadaku
Aku belajar mencintaimu lagi dan lagi
Sejauh lenganku mendepa timur dan barat
Matahari adalah lingkaran suci di kepalamu.
(Naimata, 2012)