MEMORIA - 101
Matamu mencari ke dalam jantungku

Serambi dan bilikku bertukar dayamu.

Kebahagiaan adalah sepotong saputangan

Bagi torehan luka di lengan waktumu.

Dengan segenap sukacita dan arah angin

Aku belajar lagi membilang-bilang senja

Merekam jejak-jejak pelangi dan cakrawala

Di dalam hatimu yang putih dan merelakan.

Setangkai doa kusematkan di rambutmu

Karena telah kau cuci sepasang kedamaian

Dengan senyummu yang menggelapkan surga

Menyesatkan malaikat pencari jalan pulang.

Langit-langit rindu masih yang itu juga

Tak lagi mampu menakar banyak jejaring

Betapa di situ harapan bagaikan laba-laba

Merajut masa depan dan kenangan dirimu.

Dengan Tuhan bersemayam dalam dadaku

Aku belajar mencintaimu lagi dan lagi

Sejauh lenganku mendepa timur dan barat

Matahari adalah lingkaran suci di kepalamu.

(Naimata, 2012)