Sering kita dengar istilah, I hate Monday. Saya tidak tahu, siapa yang pertama kali memopulerkan istilah tersebut. Sering juga saya mendengar kalimat yang pada intinya sama, yakni berat dan malas jika bekerja pada Hari Senin. Apa sebab, ya Apa karena masih terbawa pengaruh Hari Ahad yang libur
Ada beberapa catatan saya terkait hal ini. Pertama, apa iya akhir pekan selalu identik dengan liburan Malas-malasan Untuk kita yang (maaf) belum termasuk orang kaya, sebenarnya belum pantas untuk menikmati akhir pekan dengan beristirahat. Apalagi menghamburkan uang yang kita peroleh dengan susah payah.
Mestinya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Misalnya, untuk belajar hal-hal baru di luar rutinitas kerja. Atau masih ada kaitannya dengan pekerjaan dengan tujuan lebih menjadikan kita seorang yang ahli di bidang yang sekarang ditekuni.
Pilihan berikutnya, bersilaturahmi. Rutinitas pekerjaan kadang dan kerap kali membuat kita tidak punya cukup waktu untuk bersilaturahmi, mengunjungi keluarga atau teman yang sudah lama tidak bertemu.
Sering kita tidak sadar bahwa dengan bersilaturahmi bisa membuka dan menambah jalan datangnya rezeki. Kalau istilah sekarang, silaturahmi identik dengan penambahan jaringan atau network. Sudahkah kita gencar melakukan ini Belum, ya
Cobalah mulai saat ini kita cek dengan saksama. Seiring bertambahnya umur, bertambahnya masa kerja, seberapa bertambah kemampuan dan income kita Sudah puaskah kita dengan capaian kita saat ini Jika kita masih begini-begini terus, mestinya harus ada usaha bahkan tidak sekadar usaha, namun harus berusaha yang keras untuk mengubahnya. Bagaimana caranya Ya gunakan saja waktu senggang dan akhir pekan kita untuk meningkatkan kemampuan.
Belum terlambat dan jangan malu untuk berubah menuju lebih baik. Justru malulah apabila kita bertingkah dan bersikap layaknya orang yang sudah kaya atau orang sukses, padahal kita masih teramat jauh dari predikat itu.
29 Agustus 2014