YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 103
Sabtu, seminggu lalu, saya dan tim produksi mengadakan acara hepi-hepi ke Tawangmangu. Tentu ini bukan hepi-hepi seperti piknik semata, namun acara kebersamaan berisi motivasi.

Semua yang berangkat adalah tim produksi, mulai dari QC, admin, dan driver. Total ada 20 orang. Berangkat bersama dari kantor pukul 13.00 dengan 4 mobil. Hanya butuh 90 menit perjalanan untuk sampai di Tawangmangu, tepatnya Desa Sekipan.

Kami menyewa sebuah villa di sana. Hawa dingin ditambah hujan yang selalu turun tidak menyurutkan kami untuk mengadakan acara. Acara dibuka tepat setelah Sholat Asar. Dibuka dengan pembacaan doa dan dilanjut sambutan singkat dari saya.

Pesan saya kepada HRD, Saya menyambut baik acara kebersamaan ini, bahkan kalau bisa dilanjutkan ke bagian lain dan melibatkan lebih banyak peserta.

Acara disambung dengan presentasi motivasi dari Pak Agato, staf HRD. Materi yang dibawakan Pak Agato, keren, mengambil tema Berani Bermimpi, Hebat. Saya lihat semua peserta antusias. Pak Agato berhasil mengajak peserta terlibat dan bermain. Sesekali diselingi beberapa guyonan segar yang menambah ramai acara.

Lebih ramai lagi ketika peserta diminta menulis apa saja mimpi-mimpi mereka. Ada yang ingin punya motor, ada yang ingin bisa buat rumah, ada yang ingin punya burung murai lantaran selama ini adalah penggemar burung dan belum pernah kesampaian punya burung murai.

Presentasi berikutnya disampaikan Pak Agus, Kepala Produksi. Tidak disangka, ternyata Pak Agus tidak kalah hebat. Dia bisa menularkan semangat dari materi yang disampaikan. Dengan mengambil tema Lets Grow Together Pak Agus mengajak semua untuk meninggalkan kebiasaan menyalahkan orang lain, suka mencari-cari alasan, egois, dan sikap kurang menghargai peran orang lain.

Kalau setiap orang dalam tim produksi memiliki sikap yang benar maka tidak akan sulit untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam bekerja.

Paparan presentasi telah usai. Masih ada sekitar 30 menit sebelum Magrib tiba. Saya minta dimanfaatkan untuk acara spontanitas. Siapa saja boleh maju dan sharing apa saja yang bermanfaat untuk orang lain.

Yanto adalah yang pertama maju. Subhanallah. Kisah nyata yang disampaikan Yanto sungguh menyentuh. Keren abis.

Berikutnya, Bambang, seorang staf QC. Dia sangat terkesan dan merasa beruntung bisa bekerja di tempat yang tidak dia sangka sebelumnya. Tempat kerja yang memerhatikan karyawannya untuk membaca Al-Quran dan sholat. Bambang sebelumnya sama sekali tidak bisa membaca AlQuran. Namun, karena tiap pagi sebelum bekerja ada acara TPA dan mengaji bersama, dia sekarang bisa membaca Al-Quran.

Bekerja itu Ibadah

Seusai Bambang, majulah Ripto. Anak muda yang pantang menyerah dengan keadaan fisik tidak seperti yang lain. Dia mengisahkan masa kecilnya yang sering di-bully oleh teman-temannya. Namun, dia terus maju dan tidak kecil hati. Akhirnya, semua teman-temannya sangat respek kepadanya. Dia lantas bisa menjadi Ketua Karang Taruna di desanya.

Menyusul Ripto, tampil ke depan selanjutnya adalah Walidi. Teman yang satu ini asli Boyolali. Tepatnya, dekat Waduk Cengklik. Dia mengisahkan kejadian lucu saat awal-awal bergabung dengan perusahaan dan harapan-harapannya ke depan agar bisa lebih maju.

303

Waktu Magrib tiba. Acara dilanjut ishoma, istirahat sholat dan makan. Setelah sholat Isya, acara dilanjut dengan pemutaran film. Tentu tidak hanya sekadar nonton film, namun ada pesan-pesan yang baik dari tayangan film tersebut. Pesan tersebut bisa di-copy paste dalam bekerja setiap harinya.

Tepat pukul 22.00 acara pun selesai dan ditutup dengan sesi renungan malam dan doa bersama. Sesi ini tidak kalah keren. Tiap peserta dengan tulus dan jujur meminta maaf kepada yang lain, karena selama ini pernah berbuat salah dan bahkan menyakiti hatinya.

Setelah acara hari pertama ditutup, lantas berlanjut dengan acara bebas dan istirahat. Alhamdulillah acara ini yang saya tunggu-tunggu, yakni nonton Chelsea main lawan Aston Villa. The Blues akhirnya menang 1:2 atas tuan rumah.

Nonton bola kelar, waktunya untuk tidur.

Pagi harinya, acara masih berlanjut dengan jalan sehat dan olahraga.

Tepat pukul 12.00 siang rombongan pun bertolak kembali ke kantor.

Sungguh semua terkesan dengan acara yang berlangsung 24 jam ini. Tim semakin paham karakter masing-masing anggota, serta paham akan tugas dan kewajibannya. Mereka pun berikrar untuk bahu-membahu menggapai target yang sudah dicanangkan perusahaan. Mantap, Bro.

17 Februari 2015