Suaraku adalah jerit pecah
Air matamu menampung sakit.
Serangkai kata sederhana
Sebagai cahaya bagi hatimu.
Kaulihatkah kebahagiaanku
Kebahagiaanku adalah menemanimu
Dalam segala untung dan malang.
Kebahagiaanku adalah menjaga langkahmu
Di antara gemuruh taruh iblis dan malaikat.
Kaurasakah cintaku
Cintaku adalah air matamu. Senyummu.
Keras kepalamu. Rengek manjamu.
Cintaku adalah daun kecil hanyut
Tenggelam lebur di dasar sungaimu.
(Naimata, 2012)