MEMORIA - 105
Kaudengarkah suaraku

Suaraku adalah jerit pecah

Air matamu menampung sakit.

Serangkai kata sederhana

Sebagai cahaya bagi hatimu.

Kaulihatkah kebahagiaanku

Kebahagiaanku adalah menemanimu

Dalam segala untung dan malang.

Kebahagiaanku adalah menjaga langkahmu

Di antara gemuruh taruh iblis dan malaikat.

Kaurasakah cintaku

Cintaku adalah air matamu. Senyummu.

Keras kepalamu. Rengek manjamu.

Cintaku adalah daun kecil hanyut

Tenggelam lebur di dasar sungaimu.

(Naimata, 2012)