Tak pernah jelas ke mana bermuara seakan
Tak pernah ada yang hendak dituju.
Yang menghitung gemuruh itu adalah mataku.
Mencari cara bagaimana mengaitkan angin nirtuju
Mampu menciptakan sepasang lengkung mematikan.
Setiap kali ada yang berembus dari dalam dadamu
Topan dan badai menghablur dari antara bibirmu.
(Naimata, 2012)