MEMORIA - 109
Yang bergemuruh dalam dadamu adalah angin

Tak pernah jelas ke mana bermuara seakan

Tak pernah ada yang hendak dituju.

Yang menghitung gemuruh itu adalah mataku.

Mencari cara bagaimana mengaitkan angin nirtuju

Mampu menciptakan sepasang lengkung mematikan.

Setiap kali ada yang berembus dari dalam dadamu

Topan dan badai menghablur dari antara bibirmu.

(Naimata, 2012)