Aku bisa membaca pancaran matanya yang seperti putus asa, bagaimana bisa dia menyongsong ketidakbahagiaannya Apakah Dara tau tentang orientasi seksual Dudi yang tak biasa dan sudah terlalu terlambat baginya untuk membatalkan pernikahan ini sama terlambatnya untukku mencoba meyakinkan Dara bahwa cinta yang pernah kuungkapkan bertahun-tahun lalu bukanlah lelucon, tapi cinta malah semakin menguat karena semakin lama tersimpan dalam hati semakin membuat cinta ini tambah berarti.
Hey sapaku, kubuat terdengar biasa-biasa saja.
Hey balasnya lemah
Ini Dara tanyaku lagi, setengah bercanda!
Memangnya kamu pikir siapa suaranya terdengar berat, seperti menahan tangisan tapi dalam nada yang terdengar seperti rajukan.
Orang lain, entah siapa, karena yang kukenal Dara itu gadis ceria, bukankah ini hari bahagia aku berbicara lagi, terdengar aneh karena terlalu gugup atau karena terlalu bersemangat, Dara terdiam, wajah sendu itu membenam dalam gendongannya, ada bayi mungil yang tengah dipeluknya, sedikit iri pada bayi itu karena merasakan betapa hangatnya Dara, rasa hangat yang selalu ingin kurasakan. Aku memotretnya sekali lagi, sangat sempurna.
Phillo, pleaseaku mau jalan, kamu menghalangi jalanku.
Aku tak tahan lagi, kupikir ini bisa mencegah Dara untuk melangkah
Dara, please, batalin pernikahanmu dengan Dudi, atau kamu nyesel, Dudi itu! berat kukatakan tapi harus kuungkapkan, Dudi Gay! akhirnya kukatakan juga.
Aku tau jawabnya cepat dan melewatiku, kuikuti langkahnya
Dara jangan bego!
Phillo! Aku tau apa yang kulakukan! Dara terdengar tak sabaran menghadapiku, kupandangi wajahnya, tak menyangka wajah indah ini tak bisa lagi kupotret dari jauh, bukan karena aku tak mampu, tapi ada alasan ikatan yang membuatku tak boleh lagi melakukannya, aku mungkin pada akhirnya harus menyerah dan berhenti memuaskan cinta terpendam seorang secret admirer yang ada dalam diriku, karena status Dara sebagai milik orang lain, orang yang sangat tak pantas untuknya.
Aku udah pernah bilang dulu, aku sayang sama kamu, Dara! Tapi kamu nggak percaya, kamu pikir itu lelucon garing temenmu yang hobi ngocol kan Please Dara, tolong hargai perasaanku, aku nggak melakukan ini untuk membatalkan pernikahanmu, sumpah, aku hanya ingin kamu mempertimbangkannya, kamu tau hari ini adalah hari yang akan membuat perubahan besar dalam hidupmu, kamu bisa saja mengikuti hatimu, tapi bagaimana bila hatimu mengkhianatimu Dara jangan korbankan kebahagiaan masa depanmu! Aku berbicara cepat setengah berteriak, aku tau Dara takkan bersimpati padaku, bisa saja Dara menuduhku bahwa aku sengaja menjelek-jelekkan calon suaminya, tapi okay penyampaianku memang salah, luar biasa salah, seni berkomunikasi memang tak pernah bisa kukuasai, aku payah, keahlianku hanya mengungkapkan segala yang ingin kuungkapkan lewat foto-foto yang kuabadikan.
Dara tak memperdulikan apa yang kukatakan, dia menggeleng lemah, terlihat menyesal kenapa aku harus mengatakan hal itu, sekilas ia menatapku sendu, dan sekilas ia menatap photo mozaik raksasa dalam figura yang adalah foto-foto darinya yang kupotret diam-diam.
Terima kasih bisiknya lirih dan melangkah pergi. Aku putus asa, kubawa lagi figura raksasa dengan susah payah.
Aku duduk, dan mencoba berpikir. Seseorang duduk di sampingku, ternyata Damar kakak kelasku dulu.
Keren katanya basa-basi Karya loe
Yeah, thanks
Mantan pacarnya Dara yang lain dia bertanya atau mengejek, hah mungkin aku terlalu
sensitif.
Nggak! Bukan, tapi stupid secret admirer-nya! sebelum dia lebih mengejekku lebih baik aku mengejek diriku sendiri.
Jangan becanda!
Gue nggak becanda!
Banyak banget yak yang sayang sama Dara
Loe juga
Iya sihtapi kayaknya nggak sedalam loe, loe sampe bikin itu segala katanya sambil menunjuk figura. Gue mah datang cuma bawa cinta, mana ada yang percaya! Loe tau kan cewek tuh gimana, suka hal-hal romantis nggak realistis, tingkahnya tar kayak rakyat lagi demo, butuh bukti ga cuma janji Dia membakar rokok dan mulai menghisapnya, aku ditawarinya, tapi kutolak. Loe lihat yang itu! Dia menunjuk cowok kurus yang kukenali sebagai Hero, pacar Dara selama ini, seenggaknya aku bersyukur akhirnya bukan Hero yang dipilih Dara. Baru aja gue lerai tuh, masa matahin hidung si mempelai cowok, payah banget , trus yang itu Dia menunjuk cowok yang kalo nggak salah bernama Arghie, cowok yang pernah sekelas dengan Dara dengan pede-nya dia sesumbar kalo Dara itu cintanya sama dia, dan bangga-banggain bahwa dia jatuh cintanya dulu sama si Jelita bukannya ke Dara, tapi sebenernya ternyata dia juga suka Dara, dasar cowok drama, dia pikir dirinya siapaliat aja gayanya sok aktor Hollywood.
Loekalo ada kesempatan, mau untuk kawinin Dara aku iseng bertanya
Gue realis, cewek kayak Dara benci realis, cewek kayak Dara adalah pemimpi, sementara realis itu pembunuh mimpi.
Cowok yang dikawinin Dara itu banci!
Hahaha gue suka joke loe! Hahaha Karena cuma cowok banci yang mau secepat ini tunduk pada lembaga penuh omong kosong bernama pernikahan!
Gue bersyukur Dara ga jodoh sama loe!
Gue juga bersyukur Dara ga jodoh sama loser kayak loe
Rasanya aku pengen pukul cowok banyak omong ini
Aku bangkit dari tempat duduk dan membawa lagi figura raksasaku, seorang cowok ceroboh nyaris menabraknya, kalau sampai tertabrak dan rusak, aku tak segan-segan memberinya beberapa pukulan di wajah dan tubuhnya yang kayak gigolo favorit emak-emak kesepian.
Taruhan, itu pasti satu lagi orang yang juga suka sama Dara dan cowok bermulut besar itu tertawa lagi. aku meninggalkannya, aku menyeret figuraku, kupikir aku bisa meletakkan figura ini di dekat altar, agar Dara tau aku menyimpan rasa yang serius untuknya. Setelah meletakkannya aku berjanji untuk pergi, apapun yang terjadi Dara takkan pernah memilihku.
Aku hendak melangkah pergi seusai meletakkan figuraku, tapi langkahku terhalangi, Dara berdiri di sana, ada linangan air mata dipipinya, inginku menghapusnya lalu mencium kedua kelopak matanya, tak kulakukan, karena aku lagi-lagi memotretnya. Dara setengah menangis setengah ingin tertawa.
Phillo, ada berapa banyak wajahku yang berhasil kamu potret, hah
Lebih banyak dari yang kamu tahu
Ketika seorang cewek menangis bukan tamparan blitz, yang mereka inginkan! Nggak ada cewek yang mau difoto dengan muka jelek dia berbicara dengan suara serak. Ketika seorang cewek menangis, yang mereka butuhkan adalah halus sentuhan untuk menghapus air mata dan pelukan hangat yang menenangkan! Bisa kudapatkan dari kamu Aku tak bisa memahami apa yang Dara katakan, tapi secara naluriah aku memeluknya juga.
Aku merasakan hangat tubuhnya, wanginya yang mempesona, juga sedikit basah terasa di kulit pipiku, air mata Dara menetes di sana, Dara berjinjit dan membisiku Dudi pergi dengan pasangan gay-nyaAkhirnya kata seperti itu terdengar, walau aku tak terlalu yakin dan menganggap ini seperti halusinasi pernikahan adalah mimpi terbesarku, kalau kamu memang mencintaiku, aku tau kamu memang mencintaiku, jadi tolong selamatkan pernikahanku.
Aku memejamkan mata, merasakan pelukannya, mencoba memahami, kata perkata yang
keluar dari bibirnya.
Dara
Please Phillo Dara melepaskan pelukannya, memandangiku dengan tatapan memohon. Aku berjanji akan belajar untuk mencintai sebesar kamu mencintaiku, mungkin ini kesempatan untuk kita, aku tau ini tidak mudah, akuoh please jangan menganggap aku hanya memanfaatkan perasaanmu. Tapi aku tau kamu mengerti bahwa memang lebih baik menjalani kisah ini dengan orang yang menyayangi kita, dan kamu orangnya. Dara menatapku lagi, tatapannya membuatku pedih, entahlah aku tak menyadari bahkan juga tak menyangka, aku menciumnya, di bibirnya, kupikir aku perlu membuktikannya dengan sebuah ciuman, Dara membalasnya, aku merasakan ada cinta di sana, kunikmati sentuhan bibirnya tapitepuk tangan membahana menyadarkanku untuk menghentikannya, seorang ibu di sampingku menyodorkan Tuxedo, baiklah aku yakin untuk menikahinya, terima kasih akhirnya cinta terpendamku untuk Dara berakhir lebih indah dari mimpi terindah yang pernah kubayangkan.