THE HALF BLOOD PRINCESS - 11
Di tengah euphoria, kisah cinta pertamaku, aku merasa agak sedikit kehilangan arah untuk ambisiku meraih posisi ketua OSIS, ini berbahaya!aku teringat akan pernyataan tanpa rasa bersalahku, pernyataan yang keluar begitu saja dari mulutku tanpa sempat diolah oleh otakku, entah kenapa, aku melakukannya, maksudku, aku bukanlah tipe orang yang melakukan sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dahulu, aku selalu mempertimbangkan apapun, untuk kasus ini, sepertinyaoke, itu adalah sebuah pengelakan, yeah aku melakukannya karena aku belum menyadari bahwa aku menyukai Dante

Gue nggak mungkin jadian ma orang yang jadi rival gue di pemilihan ketua OSIS, asal loe tau apapun gossip yang beredar di luaran sana, apapun yang mata kepala loe liat, apapun yang terjadi gue akan membiarkan kalian membuat kesimpulan sendiri, akan lebih baik jika itu menguntungkan gue, loe tau gue seperti apa, gue benci kekalahan melebihi apapun, gue orang yang kompetitif, gue ambisius, dan gue adalah orang yang akan mendapatkan apapun yang gue inginkan, bagaimanapun caranya!

Aku kembali teringat akan kata-kata yang terasa sangat jahat itu lagi, aku memanfaatkan Dante dan perasaannya untuk tujuan dan ambisiku, tapi aku tau itu hanya sebatas elakanperkataan yang cuma diolah lidahku.

Malam ini aku menghabiskan waktu dengan Eve di Coffee Shop favorite kami, sambil ngobrol dan ngutak-ngatik netbook dan berselancar di dunia maya, sayangnya malam ini, kita hanya berdua, tanpa Niken yang nyaris tak pernah absent dari tradisi nongrong bareng senin malam kami, tapi akhir-akhir ini dia punya kesibukan lain.

Ghieapa rencana elo, untuk narik simpati anak-anak buat milih elo di pemilihan nanti Eve bertanya dengan antusias sorry tapi rasanya belakangan ini waktu elo tersita cuma buat Dante dan Dante, bukannya gueEve menatapku, aku tau dia ragu-ragu untuk mengungkapkannya maksud gue, gue cuma perlu ingetin loe, belakangan ini, kita mulai kehilangan antusiasme, cuma itu. Dia tersenyum kaku.

Gue inget kok tentang program-program kita, tapi akhir-akhir ini Niken jarang bareng kita, alasannya banyak, katanya dia sibuk latian bareng anak-anak marching band, oke gue tau dia mayoret sekolah, tapi dulu-dulu latiannya nggak kayak sekarang, tiap hari, padahal ini nggak bertepatan dengan hari besar dimana anak marching band ikut ambil bagian. Dia calon wakil gue! Oke gue akui gue agak kehilangan antusias, tapi herannya gue ngerasa bahwa ada orang yang bahkan udah mengubur antusiasmenya!

Niken punya kesibukan lain yang nggak melibatkan kita, gue rasa ada yang aneh Eve menambahkan, sebenarnya gue mau bilang tentang ini, tapi gue nggak mau ngerusak kebahagiaan elo dengan sang pangeran Dante yang mempesona, tapi kalo gini caranyaGhieelo nggak bakalan ngalah untuk Dante kan

Hahahague ma dia pacaran, oke, tapi untuk hal ini kita tetap rival

Gue khawatir. . . elo ngebiarin diri elo jatuh terlalu dalam .gue happy dengan hubungan elo dengan Dante, dan rasanya juga nggak mungkin kalo Dante manfaatin elo, tapi elo kudu ngambil langkah bijak, jangan jadiin kecintaan elo ke Dante sebagai boomerang yang akan balik buat ngehancurin elo, gue percaya elo nggak bego Ghie.

Hmmmmada gosip apa di sekolah hari ini aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

Buletin sekolah ngebahas tentang persaingan perebutan posisi ketua OSIS yang berubah jadi kisah cinta, ini mah basi, gue tau versi aslinya, heheheyang jadi hot topic sih, tentang cowok baru di kelas XII, namanya Gazka, dia baru masuk pagi tadi dan sebagian besar cewek di sekolah sudah jatuh cinta padanya, memberinya gelar Prince Charming, dan kayaknya dia udah punya fans club,,,hahaha konyol!Eve sibuk membaca gossip di blog sekolah, Oh My God Ghie! Eve memutar netbooknya dan memperlihatkanku apa yang baru saja dibacanya.

Brighietha yang dalam propagandanya untuk merebut hati dan suara siswa baru beberapa minggu lalu, sepertinya mulai kemakan isi pidatonya, apakah sebagian dari kita masih ingat potongan omong kosong ini katakan selamat tinggal buat pikiran menjadi cewek keren itu berarti kamu harus menjadi seorang putri plastik, kalian hidup di dunia nyata, kalian tau siapa kalian, kalian bukanlah Barbie idiot yang tanpa otak

Barbie idiot tanpa otak!oke, Ghie adalah cewek yang cantik, dia emang bukan versi dumb blonde bermata biru, yang pasti dia punya otak mengingat sumbangannnya untuk deretan tropi yang dipamerin pihak sekolah di lobi depan. Yang ingin dibahas disini adalah,yeah Barbie!siapa yang nggak kenal dan iri dan tak merasa terintimidasi dengan postur Barbie yang mengagumkan (ini cuma berlaku buat cewek!cowok suka menikmatinya, yeah! ) dan yang dilakukan panutan kita tersayang (atau tadinya begitu) adalah memuntahkan makan siangnya, dan entah sarapan dan makan malamnya juga di toilet, RITE!Ghie adalah penderita ANOREXIA NERVOSA!!!! (nggak heran bodinya kayak Twiggy di belah dua, nggak heran dia pingsan di upacara, nggak heran dia begitu sering tongkrongin toilet) well yamungkin kita bisa sama-sama memprediksi elakan Ghie atas penderitaannnya yang mulai tercium ini, Im naturally skinnyseperti elakan Keyra, Mary Kate, dan nggak tau berapa banyak cewek yang nggak menyadari betapa tidak berterima kasihnya mereka atas anugerah makanan yang bisa mereka nikmati, seandainya mereka sadar bahwa anak-anak di Negara-negara dunia ketiga begitu kelaparanOh Ghie, size zero is not hero!

Eve menatapku lama, jenis tatapan yang membutuhkan penjelasan, aku nggak tau harus menjawab apa, ini tak bisa dijelaskan dengan mudah, apapun yang akan kukatakan rasanya percuma, mengelak takkan pernah ada gunanya, mengakuinya akan sangat berbahaya, mengatakan kebenaran adalah sesuatu yang takkan mungkin aku lalukan.

Ghie

Elo kecewa ma gue

Eve menatapku, ada campuran kesedihan dan kekhawatiran, dia meraihku dan memelukku lama.

Elo butuh terapi!

Thanks, karena elo nggak menghakimi gue

Nggak ada satupun orang yang suka dihakimi, semua orang hanya ingin dimengerti

Ghie

dan gue minta waktu buat elo untuk bisa mengerti, gue nggak bakal bisa cerita sekarang dan gue juga nggak yakin apakah gue sanggup buat cerita di waktu lainnyaaku merasakan air mataku akan tumpah, ada rasa yang menyakitkan, ketika aku menyadari bahwa ada

pengkhianatan di balik hal ini, Dante ada di daftar pertama orang yang kucurigai.

***

Segalanya tak berjalan dengan begitu baik sekarang, aku perlu waktu untuk menjauh dari Dante, semalam aku tak mengangkat telponnya, aku memutar jalan menghindarinya ketika aku melihat dia menungguku di kelas, aku berakhir di toilet sekolah, bersembunyi, entah dari Dante entah dari tatapan penuh tuduhan anak-anak satu sekolahan!

Ghie gue tau elo di dalam, gue mau ngomong aku mendengar teriakan Eve dari balik pintu. Aku enggan untuk menjawab

Jangan bego! Nongkrong disini seharian cuma makin benerin gossip yang beredar! Aku membuka pintu dan kulihat Eve, yang bersiap-siap mendobrak pintu.

Sorry

Dipersilahkan kepada siswa yang bernama Brigietha Rara Nanthana, untuk menemui kepala sekolah sekarang, terima kasih

Terdengar sebuah panggilan untukku dari pengeras suara, aku rasa ini bukan hal yang menyenangkan,

Ghieare you okeada tatapan khawatir di mata Eve, perlu gue temenin

No, Thanks aku menggenggam tangannya sesaat, mencoba untuk membuat Eve yakin bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa aku mampu menghadapinya, tapi sebenarnya, jauh dalam hatiku, genggaman tadi adalah lebih untuk menenangkan diriku sendiri.

Aku memasuki ruang kepala sekolah dengan perasaan berbeda, tidak seperti biasanya aku disambut dengan kebanggaan, tidak ada lagi tatapan berbinar ceria, yang kurasa hanya senyum kaku tak menyenangkan, sorot mata tak percaya dari kepala sekolah dan wali kelasku.

Siang Bu

Siang Brighieta! jawabnya tegas Silahkan duduk

Aku duduk disamping Miss Rani, wali kelas dan guru bahasa Inggrisku, Miss Rani menggeser bungkusan plastik kecil berisi serbuk putih seperti tepung.

Saya menemukan ini di lokermu..

Bisa dijelaskan tuntut kepala sekolah

Spontan aku memegang kepala dengan kedua tanganku, aku tak mengerti

Saya tak ingin menjelaskan apa-apa. . .apa ada yang akan percaya bila saya mengatakan ini bukan milik saya tapi ditemukan di loker saya aku benar-benar frustasi.

Kamu juga tak ingin menjelaskan tentang gossip bahwa kamu penderita anorexia Aku benar-benar tak tau harus berkata atau melakukan apa. . .

Ghie. . . apa masalahmuMiss Rani menghela nafas panjangSaya pkir saya mengenalmu, tapi ternyata saya salah, ini mengecewakan saya Dia mengeluarkan handphone experia mininya, dan memperlihatkanku sebuah email yang dikirim dari account-ku, sebuah undangan, wild party, yang kurasa si hacker telah mengirimkannya hampir ke seisi sekolah, dan hebatnya bahkan ke wali kelasku!

Percayalah apa yang ingin anda percayai

Aku meninggalkan ruangan, juga kepala sekolah dan wali kelasku yang akan mencoretku dari daftar kebanggaan mereka mulai sekarang, kutau dibelakangku akan menyusul surat skors atau bahkan mereka akan mengeluarkanku dari sekolah, rasanya semuanya terjadi begitu saja, tanpa aku diberikan waktu untuk berpikir dan memahami semuanya.

Belum cukupkah semuanyadan sekarang seseorang akan mendampratku, aku baru saja menabrak entah siapa di pintu keluar, sekilas kupandangi korbanku, aku tak mengenalinya tapi rasanya sangat familiar, mata itu tak asing, aku berlari meninggalkannya yang kurasakan menyebut namaku, aku tak berbalik, yang kuinginkan sekarang hanyalah pulang.