NYANYIAN CINTA - 11
Tiga kali ia istikharah. Setiap kali istikharah ia tidur. Dan dalam tidur selalu bermimpi membaca Al Quran surat Ar Ruum ayat 21. Ia sangat yakin, itu ilham agar ia segera menikah. Akhirnya ia menyampaikan jawaban menerima tawaran itu pada Pak Raghib. Jawaban Mahmud menerbitkan airmata haru lelaki itu.

Minggu berikutnya diadakan acara taaruf antara Mahmud dan cucu Pak Raghib itu. Acara dihadiri kepala desa. Mahmud hanya bisa menunduk dengan hati dan jantung berdebar-debar. Darah mudanya meluap. Ia penasaran. Seperti apa rupa gadis yang katanya paling pilihan di desa ini.

Istri Pak Raghib mengeluarkan minuman dan makanan. Gadis itu tidak ikut keluar. Setelah berbincang-bincang cukup lama. Pak Raghib berkata,

Ya Hafshah keluarlah!

Tak lama kemudian seorang gadis berjilbab panjang putih bersih keluar. Iaduduk di samping istri Pak Raghib.

Nak Mahmud, ini Hafshah cucuku. Kata Pak Raghib.

Mahmud mengangkat muka ke arah wajah gadis itu. Si gadis juga melakukan hal yang sama.

Dan.

Subhanallah! Ia teringat peristiwa dua tahun yang lalu. Peristiwa di musim semi, saat ia berjualan buku. Gadis ini bukankah Ya, persis! Mata yang bundar dan bening. muka yang bersih dengan tahi lalat di dagu kirinya. Si gadis agaknya juga kaget. Cukup lama mereka berpandangan.

Agak aneh. Apa kalian pernah saling kenal Pak Raghib menangkap gelagat. Gadis itu diam. Mahmud mencoba mengingat kejadian itu. Ia bergumam,

Masjid El Fath, Ramsis. Kaset Syaikh Syarawi berjudul: Al Marah Ash-shalihah.

Gadis itu tiba-tiba menyambung lirih, Ya kapten, lau samah, bikam syarith dza

E.sabah junaihat!

Lu ya anisah, hadza jaded.

Arbaah mumkin

Musyi mumkin, afwan.

Khamsah la azid. Masyi.

Mahmud terhenyak, gadis itu masih ingat dialog tawar menawar kaset itu dua tahun yang lalu. Sebelum Mahmud bicara gadis itu menjelaskan dengan detail pertemuan dua tahun yang lalu. Pertemuan yang setelah itu tidak bertemu lagi kecuali saat taaruf itu.

Paman Raghib dan semua yang hadir mafhum. Ia lalu membahas lebih dalam. Hafshah dan Mahmud sama-sama rida. Hari pernikahan pun ditentukan.