KEPULANGAN KELIMA - 11
rudi baru saja sembuh rumah sakit yang

sumpek kamar ekonomi yang murah merampas

lima hari keceriaan masa kecilnya rudi

baru saja sembuh cahaya matanya mekar,

embun musim dingin telah menyentuhnya

rudi baru saja sembuh tali rafia yang

ujungnya dihancurkan bola-bola

dari kertas yang digenggam

ingin ia tendang-tendang

aku ingin bermain, ayah ucap rudi di pagi

yang masih dingin aku bermimpi terbang

berlompatan di atas atap rumah berlarian

bersama sahabat-sahabat kecilku aku

bermimpi bermain hujan sehabis haus

menarik layang-layang di padang

aku kehausan dan minum satu ember besar,

katanya aku ingin bermain,

bermain hujan hujan membuat

celana dan bajuku dingin

aku suka minum air hujan

di luar hujan, rudi hujan di tanah kita adalah

hujan yang jahat membuat kulitmu gatal dan

jatuh demam kamu tidak mau masuk rumah

sakit lagi, kan tapi hujan di mimpi

membuatku gembira, ayah

hujan di mimpi tak sama dengan hujan di luar rumah di mimpi,

hujan adalah tangis bahagia dan doa malaikat malaikat suka

melihatmu bermain, membasahi baju dan celana sementara

hujan di luar rumah adalah tangis hantu-hantu

langit yang terbakar

hantu-hantu yang keluar dari cerobong asap tempat ayah bekerja hantu

hitam yang bau, gatal dan membuat demam

rudi bersembunyi di balik selimut ayah takut

pada hantu langit hitam doa dari mulut kecilnya

menggema ke langit menjangkau

tidur malaikat-malaikat