sumpek kamar ekonomi yang murah merampas
lima hari keceriaan masa kecilnya rudi
baru saja sembuh cahaya matanya mekar,
embun musim dingin telah menyentuhnya
rudi baru saja sembuh tali rafia yang
ujungnya dihancurkan bola-bola
dari kertas yang digenggam
ingin ia tendang-tendang
aku ingin bermain, ayah ucap rudi di pagi
yang masih dingin aku bermimpi terbang
berlompatan di atas atap rumah berlarian
bersama sahabat-sahabat kecilku aku
bermimpi bermain hujan sehabis haus
menarik layang-layang di padang
aku kehausan dan minum satu ember besar,
katanya aku ingin bermain,
bermain hujan hujan membuat
celana dan bajuku dingin
aku suka minum air hujan
di luar hujan, rudi hujan di tanah kita adalah
hujan yang jahat membuat kulitmu gatal dan
jatuh demam kamu tidak mau masuk rumah
sakit lagi, kan tapi hujan di mimpi
membuatku gembira, ayah
hujan di mimpi tak sama dengan hujan di luar rumah di mimpi,
hujan adalah tangis bahagia dan doa malaikat malaikat suka
melihatmu bermain, membasahi baju dan celana sementara
hujan di luar rumah adalah tangis hantu-hantu
langit yang terbakar
hantu-hantu yang keluar dari cerobong asap tempat ayah bekerja hantu
hitam yang bau, gatal dan membuat demam
rudi bersembunyi di balik selimut ayah takut
pada hantu langit hitam doa dari mulut kecilnya
menggema ke langit menjangkau
tidur malaikat-malaikat