Fa's Journal: Super Fabulous Women - 11
Teringat saat remaja saya senang sekali mendengar lagu Sherina

yang judulnya Lihatlah Lebih Dekat

Mengapa bintang bersinar

Mengapa air mengalir

Mengapa dunia berputar

Lihat segalanya lebih dekat

Dan ku akan mengerti

Lagu ini ternyata terus terngiang di telinga dan mengiringi harihari saya untuk lebih dalam memahami sesuatu sehingga pada akhirnya mencapai tingkat menerima sesuatu itu apa adanya.

Bingung

Sebenarnya berawal dari ngobrol-ngobrol dengan the girls pulang kerja kemarin sore. Entah kenapa pembicaraan kami mengarah pada pengalaman malam pertama. Reaksi kami pun berbedabeda.

Ada yang hanya senyum-senyum simpul, ada yang hanya sebagai pendengar, dan tentunya ada juga yang blak-blakan menjawabnya.

Satu dari kami, A, bercerita bagaimana dirinya menyerahkan keperawanannya dengan mantan tunangan. Menyesal memang mengingat dirinya takut dengan tekanan sosial jika pada akhirnya nanti berjodoh dengan lelaki lokal ataupun yang narrow-minded.

Ya yang bisa dilakukan sekarang cuma pasrah dan move on. Never look back, katanya. Sahabat yang lain, B, sebaliknya. Dirinya sangat menjaga virginity karena alasan klasik, pemberian Tuhan yang suci, yang dianugerahkan kepada wanita.

Virginity menurut saya adalah salah satu pemberian Tuhan yang suci, yang dianugerahkan kepada seorang wanita. Jadi dengan memberikannya kepada seseorang yang sah dan layak, maka kita akan mendapat tempat yang mulia di mata suami kita. Dengan kata lain, apabila seorang suami memuliakan istrinya, maka Tuhan juga akan memuliakan kita. Ditambah lagi, agama dan adat yang saya panuti, juga mengajarkan demikian, jelasnya.

Lain halnya dengan sahabat saya yang supersmart, C, yang ternyata pernah diperkosa pamannya saat usia 9 tahun. Dirinya sangat skeptis dalam memandang arti virginity karena luka trauma yang dialaminya. Baginya jika seseorang mencintai pasangannya, virginity bukan suatu ukuran.

Menurutku keperawanan sebelum nikah itu gak penting karena yang paling penting bagaimana kita saling membahagiakan dan dibahagiakan pasangan kita. Tapi sebenernya saya salut banget sama yang masih perawan dan laki-laki yang mau menjaga keperawanan pacar mereka, ungkapku santai.

Lalu bagaimana menurut saya

Siapa bisa mengubah masa lalu

Siapa yang paling disalahkan dari masa lalu seseorang

Jika saya, atau partner saya, atau sahabat saya mengalami masa lalu kelam karena kehilangan virginity, lantas apakah saya atau kami tidak layak mendapatkan pasangan yang terbaik

Lalu jika pun saya masih mempertahankan virginity, apakah menjadi bukti kesucian yang sangat absurd dan berbeda makna dari sudut pandang orang yang berbeda

Saya. Fa. Tidak pernah mau menjadikan virginity sebagai dalih kebahagiaan atau kesucian. Tapi bagaimana saya belajar menjadi bijak menyikapi social judgement ini dengan anggun adalah yang terpenting. Toh tanpa drama, hidup tidak akan semenarik dan seindah yang dibayangkan. Drama membuat hidup lebih berarti.

Kesuksesan melalui drama itulah meningkatkan nilai diri kita menjadi lebih baik. Menjadi lebih baik.

Sekali lagi,

Lihat segalanya lebih dekat Dan kuakan mengerti

Keep colours alive ~~~