bagi beringin ranggas di depan rumah.
Beringin ranggas, atau patahan kesedihanmu
yang disusun kembali
Yang tak sempat kuucapkan adalah segala bentuk
kebaikanmu di saat-saat yang salah.
Kebaikanmu, atau kebodohan
yang tak pernah aku sadari
Yang sedang kuucapkan adalah cinta bagimu
dari segala penjuru, kiblat, dan arah.
Cinta bagimu, atau cerminmu yang menyusun
cahaya diriku sebelum sirna di ujung hari
(Naimata, 2012)