MEMORIA - 110
Yang telah kuucapkan padamu adalah pupuk

bagi beringin ranggas di depan rumah.

Beringin ranggas, atau patahan kesedihanmu

yang disusun kembali

Yang tak sempat kuucapkan adalah segala bentuk

kebaikanmu di saat-saat yang salah.

Kebaikanmu, atau kebodohan

yang tak pernah aku sadari

Yang sedang kuucapkan adalah cinta bagimu

dari segala penjuru, kiblat, dan arah.

Cinta bagimu, atau cerminmu yang menyusun

cahaya diriku sebelum sirna di ujung hari

(Naimata, 2012)