Mengalirlah ke hilir.
Karena di sana riakmu
Akan tertahan
Setelah batu-batu
Melapangkan jalan bagimu.
Demi keningmu yang bening
Ditimpa matahari Timur.
Demi rambutmu yang tergerai
Lembut di celah kemarau.
Kuikhlaskan kaulepas
Dari genggamanku
Sebagaimana gelas-gelas dahagaku
Berkeras mencintaimu.
(Naimata, 2012)