MEMORIA - 117
Mengalirlah sumberku.

Mengalirlah ke hilir.

Karena di sana riakmu

Akan tertahan

Setelah batu-batu

Melapangkan jalan bagimu.

Demi keningmu yang bening

Ditimpa matahari Timur.

Demi rambutmu yang tergerai

Lembut di celah kemarau.

Kuikhlaskan kaulepas

Dari genggamanku

Sebagaimana gelas-gelas dahagaku

Berkeras mencintaimu.

(Naimata, 2012)