THE HALF BLOOD PRINCESS - 12
Alih-alih pulang ke rumah aku malah menghabiskan siangku untuk menyiksa diri, menghabiskan coffee banana split tanpa henti, ini adalah mangkuk kedelapanku, perutku sudah tak bisa menampungnya lagi. Aku tak tau apa yang ingin kulakukan, aku bukan penderita anorexia, aku bukan pemakai narkoba, aku bukan pelaku atas undangan wild party malam nanti, aku tak ingin membela diri, tak ada orang yang ingin aku yakinkan bahwa aku bukanlah pelakunya.

Elo baik-baik aja Tanya si cowok pelayan,yang pasti sangat heran melihat pola makanku yang menggila.

Satu lagi, please pintaku

Yakin

Anggap aja gue ketagihan sama coffee banana split kalian yang enak banget ini

Tapi elo udah makan begitu banyak

Gue punya duit buat bayar

Bukan itu maksud gue, oke gue ambilin aku melihat pandangan kasihan dan heran di matanya ketika melihatku.

Aku merasa akan muntah sekarang, tenggorokanku sudah muak dilalui coffee banana split yang sekarang seperti tanpa rasa. Cepat-cepat aku berlari ke arah toilet dan muntah hebat, aku merasa benar-benar mual, pada saat bersamaan aku mengutuk diriku yang mempunyai pikiran tak waras karena melakukan hal yang begitu bodoh.

Gue bilang juga apa! Elo bandel sih si cowok pelayan berdiri di depan toilet dengan senyum mengejek

Bukan urusan elo!

Aku kembali duduk melahap lagi coffee banana split-ku, aku tak mau membuat si cowok pelayan itu senang karena aku akhirnya menyerah, aku melihat dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ghie tanpa kusadari Dante duduk di depanku.

Aku mengabaikan kehadirannya dan menyibukkan diriku dengan memaksa alat pencernaanku untuk terus melakukan hal yang memuakkan.

Hey, are you happy now pertanyaannya mengandung sindiran yang menyakitkan, apa yang ada dibibirnya sekarang bukan lagi sebuah senyuman, tapi sebentuk seringai mengerikan.

Ternyata aku memang tak bisa berpura-pura menganggapnya sebagai hantu yang tak kelihatan, dan sialnya aku begitu bodoh, seharusnya aku memakinya atau melemparinya dengan semua hal yang ada di meja ini, sayangnya yang kulakukan hanyalah membiarkan mataku untuk terus menatapnya dan berpikir keras bahwa apa yang terjadi belakangan ini bukanlah kesalahan Dante, oh my God, tapi siapa lagi yang punya alasan untuk melakukan semua tindakan untuk menjatuhkan aku

Jangan bilang kalo apa yang gue denger itu bener Elo macarin gue cuma untuk bikin gue pada akhirnya akan mengalah dan memberikan kedudukan ketua OSIS secara cuma-cuma buat elo

Hey, what the hell you talking about ingin rasanya aku berteriak, bukankah dia yang orang yang pantas disalahkan atas semua berita buruk yang menjatuhkan reputasiku Siapa lagi yang tau tentang anorexia yang aku alami siapa lagi orang yang punya alasan tepat untuk melakukan semua itu kepadaku, cuma Dante! Bagaimana mungkin dia melakukan semua hal menyakitkan ini padaku Bagaimana mungkin orang yang kupikir menyayangiku melakukan hal yang begitu kejam Tuduhan sebagai penderita anorexia mungkin tidak bisa kusangkal, tapi adanya shabu-shabu di lokerku bisa membuatku berakhir di pusat rehabilitasi kalo aku beruntung dan mungkin dibalik jeruji besi bila seseorang melaporkannya ke polisi, undangan wild party makin menambah daftar keburukanku.

Ghieelo bisa jawab gue kan

Elo yang harusnya menjawab semua pertanyaan yang bakal gue ajuin aku berbicara pelan nyaris berbisik, tak sanggup mengeluarkan semua kemarahanku, aku merasa air mataku akan tumpah.

Ghie

Kenapa Elo lakuin semua ini ke gue Gue pikir elo benar-benar sayang sama gue, gue pikir elo yang nyelamatin hidup gueapa yang udah elo lakuin beberapa minggu ini udah sanggup jadiin hidup gue lebih baik, tapi apa maksud dan tujuan elo ngajak gue terbang setinggi-tingginya kalo pada akhirnya elo bakal mendorong gue jatuh itu sakit banget gue nggak pernah mengira akan jadinya kayak gini, gue nggak tau bahwa pada akhirnya gue akan sekecewa ini, gue nggak belajar untuk mempersiapkan perasaan untuk menghadapi ini, dan akhirnya aku hanya menangis, menangisi semua kebodohanku.

Shit! Buat apa elo nangis Apa yang elo tangisi Kegagalan elo dalam memanfaatkan gue Dante terlihat frustasi dan marah, marah padaku dan lebih-lebih marah pada kebodohannya atau dia mengira seperti itu. Seorang cowok lebih baik nggak usah dicintai, atau seperti dugaan otak bego gue kayak gitudaripada nggak dihormati! Itu bener-bener melukai ego gue, tapi dalam kasus ini gue seenggaknya lebih beruntung daripada elo, gue punya hati, walaupun saat ini gue tersakiti tapi gue pernah merasakan mencintaiapa artinya hidup jika kamu nggak punya hati Nggak ada gunanya Ghie! Nggak peduli elo punya kecantikan, kepintaran dan uang, gue kasihan sama elo! Tapi gue yakin elo nggak merasakan apa-apa kan

Aku menatap wajah Dante yang terlihat jauh berbeda sekarang, apa yang dia katakan itu tidak benar, aku ingin mematahkan apa yang dipercayainya, tapi sekali lagi aku berpikir aku tak ingin meyakinkan siapa-siapa, lebih baik buat aku dan dia untuk meneruskan kesalahpahaman ini, lebih baik dia tau bahwa aku tak pernah mencintainya, lebih baik daripada aku menerima kenyataan bahwa orang yang aku sayangi adalah orang yang manipulatif yang saat ini sedang menuduhku untuk hal yang seharusnya aku lontarkan padanya, jika dia pernah mencintaiku, dia takkan pernah menyeretku kedalam penderitaan ini.

Dantegue berterima kasih buat banyak drama yang elo ciptain buat gue!, itu menjadikan hidup gue berwarna, gue menikmati episode drama romantis kita aku menghapus air mataku dan cepat-cepat kutampakkan ekspresi antagonisku yang paling kejam. Well, ada baiknya elo umumin ke semua orang kalo gue emang penderita anorexia, kalo gue sakit jiwa, kalo gue pemake shabu, kalo gue penggila pesta! Elo tau publisitas negatif memang selalu ada gunanya, kebetulan gue udah bosen jadi cewek manis yang nyiptain prestasi, ga ada gunanya kan semua prestasi, semua kebaikan yang pernah gue buat, kalo hanya dengan satu kesalahan kecil saja semua orang memvonis gue atas kesalahan yang nggak pernah gue buat!Aku meraih dompetku, mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan di meja, dan pergi meninggalkan Dante.

***

Aku mendapati Eve dan Niken sudah berada di kamarku ketika aku sudah tiba di rumah, sebenarnya saat ini aku sedang tidak ingin menemui siapa-siapa, yang ingin kulakukan hanyalah mengurung diri, mengasihani diri sendiri dan menggoreskan beberapa sayatan di bagian-bagian tertentu ddi tubuhku, setidaknya itu akan sedikit memberiku ketenangan.

Terima kasih karena udah jadi teman yang baik, terima kasih karena udah mau ngerepotin diri kalian buat nengokin gue, masih mau temenan sama monster sakit jiwa itu adalah sambutan teramah yang mampu aku ucapkan untuk dua sahabatku, aku menghempaskan diri di tempat tidur, memejamkan mata dan berharap semuanya menghilang.

Ghie, gue ngekhawatirin elo! Suara Eve bergetar ada nada khawatir disana.

Lebih baik buat aku untuk pura-pura tidak mendengarnya.

GhieAku mendengar suara Niken, dia ingin mengatakan sesuatu Sekolah mencoret nama elo dari calon ketua OSIS, gue cuma mau bilang kalo gue yang maju buat gantiin elo, elo nggak keberatan kan

Ken, loe ngerusak moment! Ghie sedang dalam masalah, apa sih yang elo pikirin Minta izin untuk hal sesepele ini, temen kita perlu ketenangan

Aku menutup kepalaku dengan bantal aku benar-benar ingin kesunyian.

Ini penting Eve, maksud guemasa depan sekolah juga ditentuin oleh Ketua OSIS, elo mau sekolah kita dipimpin oleh atlet basket yang lebih seneng menghasilkan keringat dilapangan untuk membanggakan sekolah dibanding orang yang punya otak yang bisa mikir ke depan

Elo insensitif! Temen kita butuh dukungan, bukan saatnya buat elo untuk mikirin hal sok idealis kayak gini, elo mau nunjukkin bahwa elo mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan kelompok Sebenarnya elo mentingin kepentingan pribadi elo kan Eve mulai bicara dalam nada tinggi, mau tak mau ini mengusikku.

Apa maksud elo

Buka topeng elo Ken

Are you kidding me

Gue muak sama segala kemunafikan yang elo buat, gue udah nggak punya toleransi untuk ngebiarin hal ini terus berjalan! Elo pikir gue nggak tau alasan elo pacarin Pandji, si culun itu, gue tau dia bukan tipe elo, elo manfaatin kemampuan sang hacker kuper itu, kan Elo yang nyebarin undangan wild party, setelah gossip tentang anorexia muncul di blog sekolah!supaya orang-orang beranggapan bahwa setelah gossip itu muncul, Ghie melakukan suatu cara untuk tetap mendapat simpati warga sekolah, dan cara yang dipilih adalah cara yang khas remaja, yang lebih suka hura-hura, dan

Aku bangkit menatap kedua temanku yang sedang saling menatap tajam, aku tak tau harus bereaksi bagaimana, aku seolah dipaksa untuk menyaksikannya saja tanpa berbuat apaapa!

Eve, elo jangan sok baik sekarang, elo sebenarnya muak kan dengan hubungan pertemanan kayak gini, elo bosen kan terus-terusan dalam ikatan persahabatan disfungsional ini, Eveelo yang pertama kali menduga bahwa Ghie mengidap anorexia, dan semua orang bisa menduganya dengan mudah, lihat dia, bagaimana dia Sorry Ghie, tapi gue nggak pengen semuanya berjalan seperti rencana awal kita, elo nggak bisa bawa sekolah kita ke arah lebih baik, gue nggak bisa menaruh tanggung jawab segede ini di pundak elo, bukannya gue mengaggap remeh kemampuan elo, tapi gue juga punya kemampuan, disaat elo sibuk pacaran dengan rival kita, buat gue itu sinyal berbahaya, jadi gue mesti ngelakuin sesuatu

Ken cuma itu yang bisa kukatakan

Niken! Elo udah keterlaluan! teriak Eve

Kenapa Udah saatnya Eve!udah waktunya buat gue berontak dari pola ini, elo masih mau terintimidasi dalam persahabatan kayak ginigue enggak!gue udah muak!gue benci diintimidasi kesempurnaan yang elo punya Ghie! Niken menunjukku dengan pandangan berang, seolah-olah sudah lama baginya untuk menanti saat ini, Gue benci jadi yang kedua, orang yang cuma ada di balik punggung elo Ghie! Nggak ada yang bakal nganggap gue kalo elo masih ada! Jadi sekarang gue punya kesempatan jadi yang pertama, dan gue bakal ngelakuin apapun untuk itu.

Termasuk nusuk temen elo dari belakang tandas Eve

Well Gue lebih suka dibilang pengkhianat daripada seumur hidup menjadi pecundang! Niken meraih jaketnya dan berlalu, tinggal aku dan Eve yang terdiam, aku masih mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.