MEMORIA - 122
Seumpama cinta,

Lewat bahasa yang gagap

Diutarakan: perkenankanlah

Ia penuh dalam igau.

Seumpama derita,

Melalui suara yang kalap

Diteriakkan: biarkanlah

Ia tenang dalam derau.

Seumpama kita,

Dalam ketiadaan yang lengkap

Dipertemukan: jadikanlah

Aku ada dalam kau.

(Naimata, 2013)