PEREMPUAN-PEREMPUAN MERBAHAYA - 124
Bilamana detik jam menjadi alur-alur pasir yang jatuh melewati lekuk-lekuk tubuh botol kaca

Ia seakan menanda kira tentang jodoh dan nyawa tentang jarak dan waktu tentang kerinduan bertalu-talu

Di sini, ada jiwa terpasung sedang berkecai menanti khabar di ruang-ruang suratkhabar juga apa saja perihal langsung entah di mana

Lalu, pada sela-sela sunyi ada menadah seluruh raga ada berbisik lembut menyembah sang dewa berkali-kali

Maka,

termampu kuat saf-saf syurga berdiri menitip pesan pada Tuhan Hembuskanlah tiap rahsia

tersembunyi

zahirkanlah tiap muslihat terlindung

kami masih di sini pada paksi berbunyi

Allahu Akbar! Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!! Adapun tidak bersua nyata kita di sini moga diizin Tuhan bertaut kita di sana berdendangkan kisah-kisah dongeng dunia pejamlah sayang, pejamlah dalam ribaan bidadarimu lenakan saja mimpimu seindahnya.