Kami mengarahkan diri
Sebab pencarian melalui jalan penderitaan
Adalah cara paling membahagiakan menuju keselamatan.
Kepada lambung yang penuh luka
Kami mengulurkan segenap kembara penuh duka
Sebab pedih dan letih hanya ringan ketika dibagi
Memampukan penggunaan segenap daya dan hati.
Kepada puncak bukit yang menjulang
Kami menengadah dalam segenap pasrah
Sebab takdir pecundang adalah sendiri dan kalah
Sedangkan kami adalah sekawanan domba
Di hadapan gembala.
Kepada cinta yang paling ajaib kami percaya
Sebab dari kejatuhan yang sekalipun niscaya
Kami dimungkinkan bangkit berkali-kali
Sebagaimana gandum berbulir
Dari sebutir yang jatuh dan mati.
(Naimata, 2013)