MEMORIA - 126
Kepada jalan yang penuh duri,

Kami mengarahkan diri

Sebab pencarian melalui jalan penderitaan

Adalah cara paling membahagiakan menuju keselamatan.

Kepada lambung yang penuh luka

Kami mengulurkan segenap kembara penuh duka

Sebab pedih dan letih hanya ringan ketika dibagi

Memampukan penggunaan segenap daya dan hati.

Kepada puncak bukit yang menjulang

Kami menengadah dalam segenap pasrah

Sebab takdir pecundang adalah sendiri dan kalah

Sedangkan kami adalah sekawanan domba

Di hadapan gembala.

Kepada cinta yang paling ajaib kami percaya

Sebab dari kejatuhan yang sekalipun niscaya

Kami dimungkinkan bangkit berkali-kali

Sebagaimana gandum berbulir

Dari sebutir yang jatuh dan mati.

(Naimata, 2013)