MEMORIA - 128
Ini kegilaan yang sederhana.

Tujuanku mencintaimu

Mungkin tidak jauh lebih baik

Daripada milik orang-orang sebelum.

Masalahnya bukan tujuan, Sayang,

Suaramu lembut seperti gelombang

Pasang yang tidak ditimpali angin

Tapi senantiasa menggetarkan bibir pantai.

Tiadakah cara paling baik menemukanmu

Adalah dengan senantiasa memahamimu

Akulah jalan, kebenaran dan hidup!

Hatikulah roti yang kaugandakan, Sayang,

Bagi perjamuan rindumu yang abadi.

(Naimata, Paskah 2013)