Kita akan seseru ini, gores tangan lembutmu
Pada hatiku. Tujuh malaikat sekilas melintas
Lalu memendarkan tujuh lapis warna pelangi.
Aku juga tidak. Aku berusaha menenun awan
Lalu menyanyikan petir. Kau mericikkan hujan
Sambil memancarkan matahari dari wajahmu.
Engkau menjagaku dengan cinta yang santun
Sekaligus keras kepala. Aku mencintaimu
Dengan tangan kecil yang menimang hatimu.
Semoga segenap perasaan tak lebih sedikit
Dari sejumlah alasan yang kau minta.
Mengapa kau mencintaiku Inilah pertanyaan
Paling kubenci sekaligus paling kurindukan.
Aku diam. Betapa aku ingin mencintaimu
Tanpa pernyataan dan sejumlah alasan.
Betapa seluruh aku kini telah lebur menjadi
Sejumlah besar partikel. Betapa kau selalu
Pandai mempertanyakan sejumlah alasan
Yang tak pernah kau butuhkan jawabannya.
(Naimata, 2013)