MEMORIA - 129
Aku tak pernah berpikir hubungan

Kita akan seseru ini, gores tangan lembutmu

Pada hatiku. Tujuh malaikat sekilas melintas

Lalu memendarkan tujuh lapis warna pelangi.

Aku juga tidak. Aku berusaha menenun awan

Lalu menyanyikan petir. Kau mericikkan hujan

Sambil memancarkan matahari dari wajahmu.

Engkau menjagaku dengan cinta yang santun

Sekaligus keras kepala. Aku mencintaimu

Dengan tangan kecil yang menimang hatimu.

Semoga segenap perasaan tak lebih sedikit

Dari sejumlah alasan yang kau minta.

Mengapa kau mencintaiku Inilah pertanyaan

Paling kubenci sekaligus paling kurindukan.

Aku diam. Betapa aku ingin mencintaimu

Tanpa pernyataan dan sejumlah alasan.

Betapa seluruh aku kini telah lebur menjadi

Sejumlah besar partikel. Betapa kau selalu

Pandai mempertanyakan sejumlah alasan

Yang tak pernah kau butuhkan jawabannya.

(Naimata, 2013)