yang meninggalkan para pemiliknya
telah kami tanggalkan segala alasan
yang menjadikan kami ada
maka seperti bayang-bayang itu
lebur dan tak lagi tercatat
tatkala malam bangkit,
kami pun lekas menyerpih
direnggut angin yang menghempas tingkap
tiap-tiap tulang dan sendi
yang lerai dari buhul-buhul tubuhku
menciptakan gemerincing samar
bagai kibasan terakhir
gelang kaki juwita kecil
helai-helai rambut hijaunya yang terlepas
mencair dalam udara tembus pandang
meninggalkan harum yang halus,
aroma danau beku di jantung hutan
setelahnya, kami tak lagi saling mengenal
(tapi berapalah harga ingatan)
sesekali masih kudengar
nada-nada logam meluncur
dari lonceng raksasa di menara gereja;
orang-orang tetap menikah, lilin putih-putih menyala
khotbah dan doa-doa toh dibacakan
agar semuanya berbahagia
tapi seperti bayang-bayang
yang sendiri dan terlepas
kami berdiam di garis batas,
berkisar pada sebuah jerambah
antara manusia dan arwah.
/2011