MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 13
seperti sepasang bayang-bayang

yang meninggalkan para pemiliknya

telah kami tanggalkan segala alasan

yang menjadikan kami ada

maka seperti bayang-bayang itu

lebur dan tak lagi tercatat

tatkala malam bangkit,

kami pun lekas menyerpih

direnggut angin yang menghempas tingkap

tiap-tiap tulang dan sendi

yang lerai dari buhul-buhul tubuhku

menciptakan gemerincing samar

bagai kibasan terakhir

gelang kaki juwita kecil

helai-helai rambut hijaunya yang terlepas

mencair dalam udara tembus pandang

meninggalkan harum yang halus,

aroma danau beku di jantung hutan

setelahnya, kami tak lagi saling mengenal

(tapi berapalah harga ingatan)

sesekali masih kudengar

nada-nada logam meluncur

dari lonceng raksasa di menara gereja;

orang-orang tetap menikah, lilin putih-putih menyala

khotbah dan doa-doa toh dibacakan

agar semuanya berbahagia

tapi seperti bayang-bayang

yang sendiri dan terlepas

kami berdiam di garis batas,

berkisar pada sebuah jerambah

antara manusia dan arwah.

/2011