Membaca bisu waktu
Di hujung bibir dengan suara perlahan
Di tengah hati dengan nyaring perasaan
Sesekali memandang terjal lumpur
Terpalit dari langkah semalam
Juga gunung khilaf
Terpundak dari daerah lampau
Maka di muara Ramadan
Izinkan kumeneguk jernih kasih
Mengejutkan kantuk iman
Sekian lama ditidurkan leka.
Agar ketika aku
Ikut berlari bersama-sama waktu
Adalah langkah pengembara
Gagah mengisah takwa.
Berita Minggu, Ogos 2012