Kaidah Kedua :
Tidak boleh bagi seorangpun keluar dari dilalah (penunjukan) yang qothi (pasti) dari Al-Quran, Sunnah Rasulullah dan ijma ummat yang telah diketahui secara yakin. Dilalah yang zhanni (tidak pasti) dari Al-Quran dan As-Sunnah harus dikembalikan kepada yang qathi, dan yang mutasyabih (samar) dikembalikan kepada yang muhkam (jelas).
:Sebagaimana firman Alloh Azza wa :
Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS Ali Imran : 7)