maka kau akan dipulangkan padanya.
tak ada yang kekal selain kenangan
sebab tubuh akan menemukan jodohnya sendiri
menggali kenangannya sendiri.
***
masa lalu bangkit
dari tubuhmu
bulan-bulan redup
hari pudar di musim yang lewat
dan waktu
meleleh di punggungmu.
duh, Windardi
perempuan yang dikutuk kesepian
cinta memalingkan wajahnya yang masai
dan langit meludahimu dalam hujan.
karena sepi menggali lukanya sendiri
maka kubuka tubuh ini.
kubiarkan angin jalang mengelus-elus tubuhku
kubiarkan sepi menjarahku.
lalu dewa datang memenuhi doamu
membasuh tubuhmu dengan mulutnya
dengan lidahnya yang hangat
membuka pintu bagi setiap kesepian
yang menjeratmu.
duh, resi segala sepi
janji yang dicurangi.
yang hatinya berkabut
yang cintanya kalut
minta ludah pulang ke mulut
wahai resi yang tidur dalam keterjagaannya
aku ingin kau jilati kesepianku
agar tuntas segala rindu birahiku.
tubuhku meranggas
aku haus,
tapi kau batu yang keras.
lalu siapa yang mula-mula mengingkari janji itu
sementara kau diam bagai tugu.
lalu sumpah itu meledak
bagai waktu yang membengkak
di tubuhmu. di tubuhmu
masa lalu menyusun kisahmu.
Windardi,
kau sibuk dengan tubuhmu
kau biarkan tubuh orang lain memasukimu
kebohongan macam apa yang menyihirmu
dan terkutuklah segala sumpah
terkutuklah mulut yang tak berlidah itu.
lalu kesunyian jatuh
bagai tahun-tahun yang lepas dari ingatan.
sepi menjadi tugu
pertapa yang kehilangan masa lalu
cinta yang pergi dari tubuhmu.