MEMORIA - 130
Aku ingin menjadi kanak-kanak

Yang begitu belia memamerkan tawa

Di bawah lembut elus jemari ibu.

Yang dengan sukacita berlari

Tanpa pernah takut di hadapannya

Terbentang rasa lapar dan kehilangan

Dikumandangkan oleh masa depan

Dan sebuah pencarian tiada henti.

Aku ingin menjadi kesedihan

Yang sangat lihai merawat kenangan

Dengan sepasang mata yang diliputi

Debum setiap kali timba menghantam

Dasar sumur ketika mata airmu tertampung.

Aku ingin menjadi kegelapan hujan

Yang menyembunyikan lelah dalam lelap

Di bawah selimut dan hangat rumah

Ketika pertengkaran dan kebisuan

Tak pernah cukup untuk merawat nostalgia

Yang pernah ditinggalkan jatuhan senyum

Dari beranda jiwamu yang bersahaja.

Aku ingin menjadi lembaran malam

Yang dengan setia merawat kesunyian

Tanpa perlu doa-doa dan ruap kemenyan

Ketika kehilangan demi kehilangan

Adalah harga yang tiada pernah cukup

Menggantikan penemuan akan kedamaian.

Aku ingin menjadi senyum di antara lesung pipimu

Yang dengan sederhana mengguratkan keajaiban

Tanpa pernah takut untuk merasa lelah dan jauh

Karena kebahagiaan yang dibagi dengan sukacita

Senantiasa melipatgandakan diri dalam kemenangan.

(Naimata, 2013)