Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 14
tak ada yang bertanya kenapa ia menengadah tiap kali pesawat tampak hendak mendarat; kedua sayap itu tidak mengepak seperti ketegaran daedalus, seorang ayah tak pernah tega melihat anaknya meleleh tapi tak ada yang bertanya kenapa ia sudi

menghidupkan lilin saat malam-malam sendiri

tak ada yang bertanya kenapa ia menulis puisi itu yang tak nampak sepi-rindunya, kepada siapa: apa.