MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 14
Siapakah yang tak gemetar

pada malam, bayangan gergasi

yang sebentar

membikin lamun jadi pasi

dan orang-orang yang terjaga

hangus dalam kenangan sendiri-sendiri

Lamia, perempuan telanjang

berkaki ular

akan turun dari pundak sang gergasi

menyiasati kabut, menjadikan setiap tidur

asing bagi mimpi.

Manakala keajaiban masih ada

sebelum kita memerangi dewa-dewa

dari puncak gunung dan perut lembah

seseorang telah memarut kecantikannya

karena cemburu.

Maka Lamia pun meletakkan dendam

di atas hatinya yang ganih

bagai garam bagi luka yang pedih.

Pada malam yang sebentar

ketika impian hanya pasi, dan kenangan

jadi api yang membakar,

Lamia, perempuan telanjang

berkaki ular

akan bernyanyi:

Siapakah, siapakah yang tak gemetar

pada malam, pada gelap nasibnya sendiri...

/2012