KEPULANGAN KELIMA - 14
1

Bocah kecil, susah payah ia tebak apa sebab mulutnya tiba-tiba

aneh dan bengkok ke kiri saat bicara kau kena sempengot!*

neneknya marah dan menjewer.

Dasar anak nakal, kau pasti mencuri buah di kebun orang.

Rasakan sekarang, sihir itu kena ke mulutmu. Pengot kamu!

Maka bocah kecil itu menangis sejadi-jadinya

Dibayangkannya kelak sampai jadi bapak-bapak

Mulutnya tetap saja bengkok dan

ia tak bisa menghilangkan kutukan

kenakalan masa kecilnya

Sempengot (bahasa Sasak: Pemiring/pembengkok). Sebuah sihir kuno di Lombok, biasa dipakai petani untuk melindungi tanamannya dari pencuri usil. Mulut orang yang memakan buah dari tanaman yang telah dijampi akan miring dengan sendirinya, terutama saat berbicara.

2

Dua puluh tahun setelah itu

Kini ia mematut-matut diri di depan cermin

Sebab nenekda dan mempelai wanita telah

menunggu untuk menikah sore ini

Dilihatnya bayangan wajah dan mulutnya di seberang sana

Lalu ia tersenyum

Sembari dikenangnya seorang kiai buta

menyemprot mulutnya dengan air bekas kumur

Sebagai penolak bala sihir

sempengot yang ia terima