Bocah kecil, susah payah ia tebak apa sebab mulutnya tiba-tiba
aneh dan bengkok ke kiri saat bicara kau kena sempengot!*
neneknya marah dan menjewer.
Dasar anak nakal, kau pasti mencuri buah di kebun orang.
Rasakan sekarang, sihir itu kena ke mulutmu. Pengot kamu!
Maka bocah kecil itu menangis sejadi-jadinya
Dibayangkannya kelak sampai jadi bapak-bapak
Mulutnya tetap saja bengkok dan
ia tak bisa menghilangkan kutukan
kenakalan masa kecilnya
Sempengot (bahasa Sasak: Pemiring/pembengkok). Sebuah sihir kuno di Lombok, biasa dipakai petani untuk melindungi tanamannya dari pencuri usil. Mulut orang yang memakan buah dari tanaman yang telah dijampi akan miring dengan sendirinya, terutama saat berbicara.
2
Dua puluh tahun setelah itu
Kini ia mematut-matut diri di depan cermin
Sebab nenekda dan mempelai wanita telah
menunggu untuk menikah sore ini
Dilihatnya bayangan wajah dan mulutnya di seberang sana
Lalu ia tersenyum
Sembari dikenangnya seorang kiai buta
menyemprot mulutnya dengan air bekas kumur
Sebagai penolak bala sihir
sempengot yang ia terima