para peratap mengungsi ke balik
gunung-gunung teduh muasal
seluruh bah. tempat nuh
melarungkan takut dan percaya,
bahwa tuhan bersembunyi di balik
segala bencana
rahmat dan pancaroba iman dan
sangsi seumpama aku dan
matahari yang tersesat di
keluasan malam menyerah pada
kuasa tidur
aku kanan yang tak percaya.
kebenaran datang dari ayah dan
tuhan sebab di mulut maut yang
sejuk kutemukan wahyuku
berdekap tatap dengan wajahKu
sendiri
Yogyakarta, 2013