DARI LANGIT - 14
AnArchy, StAte, AnD UtopIA karya Nozick terbagi menjadi 3 bagian yang saling terkait. Bagian pertama berusaha menjelaskan bahwa negara minimal adalah adil; ia muncul tanpa melanggar hakhak siapapun. Bagian kedua berusaha mem perlihatkan bahwa negara apapun yang lebih luas ketimbang negara minimal tersebut tidak sah. Bagian ketiga berupaya men jelaskan bahwa negara minimal, berlawanan dengan apa yang diyakini sebagian besar orang, sebenarnya merupakan suatu utopia yang menarik.

argumenargumen Nozick yang paling menarik dan kontro

versial ada di bagian dua. argumenargumen tersebut tajam, bernas, mencerahkan, dan mendalam. Ia sangat kuat ketika mengk ritik Rawls dan memperlihatkan bahwa keadilan distributif bukan keadilan samasekali.

Esai ini akan mengulas serangan Nozick terhadap gagasan tentang keadilan distributif tersebut, dan pembelaannya atas apa yang ia sebut teori hak atas keadilan (entitlement theory of justice). Saya akan mulai dengan menjabarkan penjelasan Nozick tentang bagaimana negara minimal muncul.

Gagasangagasan Nozick di sini disajikan sesederhana mungkin tanpa terlalu banyak mereduksi kompleksitas gagasangagasan tersebut. hal ini saya harap akan membuat kekuatan gagasangagasan tersebut lebih mudah terlihat.

Hak-hak Individu dan Negara Minimal

Kaum anarkis percaya bahwa negara, negara apapun, adalah ti dak sah. Individuindividulah yang terpentingbahkan negara yang hanya berfungsi untuk memberikan perlindungan dasar ter ha dap agresi dapat dipastikan akan melanggar hakhak indi vidu.

Nozick, seperti kaum anarkis dan kaum liberal klasik, juga percaya pada supremasi individu dan sakralnya hakhak individu. Namun ia, tidak seperti kaum anarkis tersebut, menganggap bahwa terdapat satu jenis negara (yakni negara minimal) yang tidak melanggar hakhak siapapun.

Nozick bertolak dari suatu keadaan hipotetis manusia, yakni keadaan alamiah. Menurut Nozick, dalam keadaan alamiah badanbadan perlindungan pribadi tumbuh subur karena individuindividu perlu melindungi diri mereka dari agresi orang lain. Individuindividu tersebut membayar badanbadan ini untuk melindungi mereka karena bagi mereka melakukan hal itu lebih rasionalmereka dapat menjalani kehidupan mereka tanpa terusmenerus cemas akan keamanan pribadi mereka.

Persaingan bebas di antara berbagai badan tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik membuat hanya sedikit badan perlindungan yang tetap bertahan. Badanbadan yang tetap bertahan ini, yakni para pemenang seleksi alamiah, dengan demikian akan memegang monopoli de facto atas usaha per lindungan tersebut. Pada tahap ini, karena monopoli kek uasaan untuk memaksa tersebut, badanbadan ini berlaku seperti negara. Dan karena penggabungan dan kompetisi yang semakin besar, pada akhirnya hanya ada satu badan yang tetap bertahan. Badan yang tetap bertahan ini pada dasarnya adalah sebuah ne gara (sebuah badan yang memiliki monopoli sepenuhnya atas kekuasaan untuk memaksa). Nozick menyebut badan ini se bagai negara ultraminimal.

Di bawah kekuasaan negara ini, terdapat suatu persoalan. Sebagian besar orang akan mampu membayar bagi perlindungan yang disediakannya. Namun beberapa orang terlalu miskin untuk bisa membayar jasa perlindungan tersebut. Dan, karena tidak termasuk anggota, mereka tidak harus mengikuti aturanaturan yang diberlakukan badan tersebut (yakni negara ultraminimal itu). Karena itu, mereka secara moral boleh menerapkan prinsip apapun yang mereka anggap tepat, termasuk misaln ya prinsip hukuman mata dibalas mata. Keadaan ini tidak dikehendaki karena hal ini membahayakan kehidupan damai anggota negara ultraminimal itu. Karena negara ultram inimal tidak memiliki dasar moral untuk memaksa para nonanggota untuk mematuhi aturan bersama, per soalan tersebut terus berlanjut.

Satusatunya cara untuk memecahkan persoalan ini adalah menerapkan prinsip kompensasi. Dengan prinsip ini, para klien membayari keanggotaan mereka yang tidak bisa membayar keanggotaan sendiri (yang pada gilirannya akan senang menerima keanggotaan bebas ini karena lebih rasional bagi mereka memusatkan energi mereka untuk melakukan sesuatu yang lain ketimbang terusmenerus menjaga keselamatan mere ka sendiri). Menurut Nozick, hal ini sedikit mirip dengan me kanisme distributif. Namun, baginya proses ini secara moral sah ka rena para pemberi tersebut memberikan sebagian milik mer e ka demi kepentingan diri mereka sendiri (dengan melak u kan hal itu, mereka meningkatkan keselamatan mereka send iri).

Dalam tahap inilah negara ultraminimal itu diubah menjadi negara minimal. Negara minimal adalah adalah negara ultraminimal ditambah sebuah elemen mekanisme distributif. Dan, karena prinsip kompensasi itu secara moral adil, hal itu terjadi tanpa melanggar hakhak siapapun.

Jadi, dari keadaan alamiah tersebut muncul negara minimal, tanpa desain sebelumnya. Penting diingat bahwa bagi Nozick ini bukanlah proses perkembangan ne gara yang sebenarnya. Seperti posisi awal (original position) Rawls, ia hanyalah suatu sarana teoretis, suatu konstruksi intelektual, yang mem bantu tujuan Nozick dalam menegaskan bahwa terdapat satu jenis negara yang mungkin muncul secara moral. Dengan men jelaskan hal ini, Nozick memperlihatkan bahwa kaum anarkis salah.

Teori Hak, Keadilan Distributif, dan Tuan Chamberlain

Negara minimal, seperti yang dijelaskan Nozick, berfungsi tidak lebih daripada sekadar melindungi anggotanya dari kekerasan, penipuan dan pencurian, dan memberlakukan perjanjianperjanjian. Ia adalah negara "penjaga malam" kaum liberal klasik. Pembelaannya atas persoalan mengapa negara ini sah bergerak lebih jauh ketimbang sekadar menggambarkan ba gaimana ia terjadi atau bagaimana ia muncul dari keadaan ala miah. Ia mengem bangkan konsepsi keadilannya sendiri (yakni teori hak dari keadilan), dan menjadikan konsepsi ini sebagai dasar untuk menilai apakah sebuah negara dapat dibe narkan atau tidak. Ia membedakan gagasannya tentang keadilan terse but dengan ga gasan tentang keadilan distributif. teori haknya itulah yang memberi inspirasi Nozick untuk berkata, tidak ada negara yang lebih kuat atau luas ketimbang negara minimal tersebut, yang dianggap sah atau dapat dibenarkan. teori hak Nozick tersebut sebenarnya cukup sederhana. teori itu terdiri atas tiga prinsip. Prinsip pertama dan kedua menyatakan bahwa kepemilikan apapun yang didapatkan dari perolehan yang adil (prinsip perolehan awal) atau pengalihan yang adil (prinsip pengalihan) pada dirinya sendiri adalah adil. tidak seorang pun berhak atas suatu kepemilikan kecuali dengan penerapan kedua prinsip ini. Dengan kata lain, kedua prinsip ini merupakan prosedur yang menjadikan kita sah memiliki suatu barang atau tanah.

Kepemilikan kadang diperoleh melalui paksaan atau penipuan. Dengan demikian, kita masuk pada prinsip ketiga, prinsip perbaikan (rectification). Prinsip ini menyatakan bahwa adanya ketidakadilan masa lalu (yakni pelanggaranpelanggaran sebelumnya terhadap kedua prinsip pertama tersebut) membenarkan suatu jenis kompensasi yang diberikan kepada orangorang yang dirugikan. Dengan prinsip ini, Nozick memberikan suatukualifikasipadaseluruhusahanyadalammempertahankanlegitimasi negara minimal tersebut: perbaikan memungkinkan suatu peralihan ke negara yang lebih luas.

Meskipun menghadirkan sosialisme sebagai hukuman terhadap dosadosa kita mungkin terlalu berlebihan, ketid akadilanketidakadilan masa lalu mungkin sedemikian be sar sehingga dalam jangka pendek perlu suatu negara yang lebih luas untuk memperbaiki itu semua.

teori hak, menurut Nozick, mengandaikan bahwa distribusi kepemilikan bersifat historis. ...[Sebuah] distribusi adalah adil tergantung pada bagaimana hal ini terjadi. Jika sebuah distribusi terjadi tanpa melanggar prinsip perolehan dan pengalihan tersebut, maka distribusi itu adil. hal ini berarti bahwa satusatunya distribusi kepemilikan yang adil adalah dist rubusi yang takterpola (tak satu hal pun, atas nama keadilan, yang da pat dilakukan untuk mengubah pola suatu distribusi ji ka ia telah memenuhi prinsipprinsip [teori] hak tersebut).

Pada titik inilah Nozick memulai serangannya terhadap gagasan tentang keadilan distributif (yang, bagi Nozick, merupakan gagasan inti negara kesejahteraansuatu jenis ne gara yang jauh lebih luas dibanding negara minimal). Me nurut Nozicik, bertentangan dengan teori hak, teori keadilan distributif mengabaikan aspek historis dari distribusi. Keadilan distributif hanya menerapkan prinsip waktu kini atau prinsip hasil akhir. ...[a]pa yang perlu diperhatikan, dalam menilai keadilan dari se buah distribusi, siapa yang akhirnya memiliki apa.... ...[K]eadila n sebuah distribusi ditentukan oleh bagaimana sesuatu didistribusikan (siapa memiliki apa), dan dinilai berdasarkan prinsip (prinsip) struktural dari distribusi yang adil. ungkapan Marx dari tiaptiap orang menurut kemampuannya dan bagi masingmasing orang menurut ke bu tu hannya adalah sebuah contoh prinsip struktural dari dist ribusi yang adil ini. Contohcontoh lain: bagi tiaptiap orang menurut kebaikan moralnya, atau bagi masingmasing orang menurut IQ dan produktivitasnya, dan sebagainya.

Di sinilah kesalahan keadilan distributif: Ia memperlakukan obyekobyek seolaholah mereka muncul begitu saja, dari ke tiadaan. Ia memisahkan dua persoalan yang terkait, yakni pro duksi dan distribusi. Ia tidak pernah bertanya bagaimana sesuatu di buat. Bagi Nozick, sebagaimana diandaikan oleh teori haknya, bendabenda ada di dunia telah terkait dengan orangorang yang mempunyai hak atas mereka. Mereka yang mem peroleh suatu kepemilikan (mobil, gaji, rumah, dll.) melalui suatu peroleha n yang adil atau pengalihan yang adil berhak atas kepemi likan tersebut. Dengan demikian, mengambil ke pemilikan ini, meski hanya sebagian, tanpa memperhatikan sejarahnya (ba gaiman a kepemilikan ini terjadi) untuk mendistribusikannya ber da sarkan prinsip distribusi apapun adalah tidak sah. Dengan kata lain, pendistribusian kembali (di luar perbaikan) melanggar hakhak orangorang yang membuat atau memproduksi sesuatu.

Kesalahan keadilan distributif dan prinsipprinsipnya tersebut ditarik ke kesimpulan terjauh mereka saat Nozick menjelaskan tentang perpajakan. untuk sebuah pekerjaan yang jujur, X menerima penghasilan bulanan sebesar D. D ini sama dengan jumlah jam yang dihabiskan X untuk melakukan pekerjaannya. Menarik pajak sejumlah n dari D tersebut dengan demikian sep erti mengambil n jam dari X atau, dalam praktik, memaksa X bek erja n jam untuk menyelesaikan tujuantujuan (distributif) yang tidak berkenaan dengannya. Karena itu, menurut Nozick, Pajak penghasilan dari pekerjaan sama dengan kerja paksa.

Dengan kata lain, perpajakan (dan mekanisme lain dari keadilan distributif) melibatkan pengambilalihan tindakantindakan orang lain. Ia membuat beberapa orang lain memiliki sebagian dari (milik) anda:

Jika orangorang memaksa anda melakukan pekerjaan, atau pekerjaan yang tak berupah tertentu, selama suatu periode waktu tertentu, mereka memutuskan apa yang akan anda lakukan dan tujuantujuan dari kerja anda terlepas dari kepu tusankeputusan anda. Proses ini, di mana mereka mengambil keputusan tersebut dari anda, menjadikan mereka pemilik-sebagian dari anda; proses ini memberi mereka hak kepemilikan dalam (diri) anda. [huruf miring dari Nozick]

Bagi Nozick, yang ironis adalah bahwa mereka yang mendukung prinsipprinsip keadilan distributif tersebut sebagian besar adalah orangorang yang sama yang berbicara paling keras tentang gagasan kepemilikanpribadi. Mereka tidak menyadari bahwa, dalam praktik, prinsipprinsip yang mereka serukan tersebut adalah prinsipprinsip yang membuat orang menjadi pemilik sebagian dari orang lain.

Selain persoalan perpajakan, Nozick juga menemukan dasar lain untuk menyerang gagasan tentang keadilan distributif itu: untuk mewujudkannya, menurut Nozick, keadilan distributif mengharuskan campurtangan terusmenerus terhadap kehidupan dan kebebasan orang. Mengapa untuk menjelaskan hal ini, Nozick mengisahkan cerita tentang tuan Wilt Chamberlain. andaikan bahwa terdapat sebuah distribusi D1 (yang, menurut standar keadilan distributif, setara, atau adil). Dan andaikan juga bahwa, setelah mengikuti serangkaian latihan Spartan, Chamberlain menjadi seorang pemain bola basket yang sangat hebat. Seperti Mike Jordan, Chamberlain adalah seorang olahragawanyangefisiensekaligusseorangpemainyangmenarik.Permainannya dengan demikian sangat ditunggutunggu. hal ini memungkinkan Chamberlain untuk menandatangani sebuah kontrak satu tahun dengan sebuah tim: dalam setiap pertandingan kandang, 25 sen dari harga tiaptiap tiket masuk menjadi mi liknya.

Ketika musim pertandingan mulai, orangorang dengan senang hati menghadiri pertandinganpertandingan Chamberlain. Mereka membeli tiket dan dengan demikikan menaruh 25 sen ke dalam kotak khusus yang langsung diberikan kepada Chamberlain. Bagi orangorang ini, permainan menawan Chamberlain layak dihargai seperti itu. Kini, andaikan bahwa satu juta orang melihat pertandingan Chamberlain. Ini berarti bahwa $250.000 menjadi milik Chamberlain, suatu jumlah yang jauh lebih besar dibanding yang dimiliki sebagian besar orang. hasilnya: Distribusi D1 berubah. Ia menjadi D2, yang jelas lebih tidak setara. apakah D2 adalah suatu distribusi yang tidak adil Orangorang, dalam D1 yang lebih setara, dengan sukarela memberikan 25 sen kepada Chamberlain sebagai imbalan bisa menyaksikan suatu permainan yang hebat dan menyenangkan (mereka dapat menggunakan uang itu untuk membeli permen, koran, rokok). Bukankah orangorang terse but ber hak menggunakan uang mereka sesuka mereka

Perubahan dari D1 ke D2 tersebut adalah hasil dari tindakantindakan sukarela dan secara moral sah. Dengan demikian, D2 adalah sebuah distribusi yang adil. Kesimpulan yang menonjol yang disajikan Nozick di sini adalah bahwa kebebasan mengubah pola. D1 mungkin dilihat sebagai suatu distribusi terpola yang tercapai melalui mekanismemekanisme keadilan distributif. Memberi 25 sen kepada Chamberlain (sebagai ganti melihat permainannya yang hebat) adalah kebebasan yang dijalankan. Konsekuensinya: pola tersebut dibongkar. Kini, bayangkan jika terdapat ratusan Chamberlain (yang menawarkan ratusan jasa berbeda yang bisa dibeli orangorang). hasil dari kebebasan yang dijalankan adalah distribusi yang lebih takterpola.

Misalkan, polapola mungkin didedahkan untuk membuat D2 lebih setara. hal ini dapat dilakukan hanya dalam dua cara. Pertama, 10 sen dari 25 sen yang diberikan kepada Chamberlain mungkin dipajaki (pajak 40%), dan diberikan kembali kepada orangorang tersebut (sehingga mereka sebenarnya hanya menge luarkan 15 sen). Kedua, melarang orangorang pergi dan menonton pertandingan tersebut (memaksa Chamberlain bermain tanpa membayarnya bukan merupakan suatu pilihan).

Namun, cara pertama akan berakhir pada suatu situasi yang menggelikan: baik Chamberlain maupun para peng gemarnya telah secara sukarela sepakat mengenai syaratsyarat pertukaran mereka; namun pihak ketiga datang, dengan gagasannya tentang kesetaraan, dan memberlakukan suatu syaratsyarat pertukaran baru. Di sini, kesalahan perpajakan berlaku Chamberlain dipaksa untuk bermain n jam tanpa bayaran. Namun pada dasarnya hal ini tidak memecahkan persoalan: Chamberlain toh masih mendapatkan $150.000 dari 1 juta peng gemar. Di tahun ke3 ia akan mendapatkan $450.000 (atau $150.000 dollar lebih banyak dibanding jumlah yang akan ia peroleh tanpa redistribusi). Dengan demikian, apa yang terjadi hanyalah menunda waktu pola tersebut berubah. Distribusi yang tak setara (atau takterpola) akhirnya akan muncul. Sekali lagi, hal ini mungkin diperbaiki, namun untuk melakukan hal itu perlu campurtangan terusmenerus dan bahkan lebih besar terhadap syaratsyarat pertukaran antara Chamberlain dan para penggemarnya tersebut. Karena hal inilah Nozick mengatakan bahwa keadilan distributif mengharuskan suatu campurtangan terusmenerus terhadap kehidupan dan kebebasan orangorang.

Cara kedua: melarang orangorang menyaksikan per tandingan yang mereka sukai merupakan contoh yang sangat jelas tentang bagaimana suatu maksud mulia meng hasilkan sesuatu yang bodoh dan tak liberal. ada ribuan cara orangorang dapat menggunakan uang mereka untuk sesuatu yang mereka sukai (menyaksikan Chamberlain hanya salah satunya). Dengan demikian, demi membuat orangorang lebih setara, ribuan lar angan harus terusmenerus dikeluarkan. apakah ini merupakan cara praktis dan sah untuk menegakkan keadilan

Tentang Rawls

Nozick jelas harus mengulas Theory of Justice karya Rawls. hampir tidak mungkin untuk mengkritik gagasan tentang ke adil an distributif dan prinsipprinsip negara kesejahteraan tan pa membahas Rawls. Nozick tidak ingin disalahpahamibagi nya, Theory of Jusctice karya Rawls tersebut merupakan suatu pen ca pai an yang luarbiasa. Theory of Justice tersebut me rupa kan:

Suatu karya yang sangat kuat, mendalam, subtil, menyeluruh, dansistematisdalamfilsafatpolitikdanmoralyangtakadabandingannya sejak tulisantulisan John Stuart Mill. Karya itu adalah sumber gagasangagasan yang mencerahkan, yang dipadukan dalam suatu keseluruhan yang menarik. ParafilsufpolitiksekaranginiharusberkaryadidalamteoriRawls tersebut atau menjelaskan mengapa tidak. ...Bahkan mereka yang tetap ragu setelah bergulat dengan visi Rawls yang sistematis akan belajar banyak dengan memp elajari karya itu secara teliti.

...Dan mustahil menyelesaikan buku itu tanpa suatu visi baru dan bernas tentang apa yang mungkin dilakukan dan disatukan teori moral; tentang betapa indahnya suatu teori yang menyeluruh. (huruf miring oleh Nozick)

Namun meskipun merupakan suatu karya besar, bagi Nozick Theory of Justice mengandung banyak kesalahan, kontradiksi, dan argumenargumen yang salah. Pandangan Nozick tentang Rawls: mungkin tidak pernah terjadi sebelumnya seseorang memuji sebuah buku sedemikian tinggi dan pada saat yang sama menyangkal gagasangagasan dasarnya secara menyeluruh dan, kadang, secara keras.

Nozick mulai dari posisi awal Rawls. Menurut Rawls, pada posisi awal ini, orangorang bertemu bersama dan memutuskan, dalam selubung ketidaktahuan bagaimana mereka akan hidup bersamadan salah satu dari dua prinsip yang muncul dari ke putusan ini adalah prinsip perbedaan. Menurut Nozick, karena selubung ketidaktahuan itu, orangorang dalam posisi ini hanya dapat melihat keadaan akhir distribusi ke pe milikan. tanpa mengetahui apapun tentang sejarah kepemilikan itu (bagaimana kepemilikan ini diproduksi dan/atau dialihkan, atau bagaimana mereka dihakkan pada seseorang), orangorang tersebut akan memperlakukan apapun untuk didis tri bu si kan sebagai suatu barang dari surga.

apakah orangorang dalam posisi awal tersebut pernah berpikir apakah mereka memiliki hak untuk memutuskan ba gaimana segala sesuatu akan dibagibagi Mungkin mereka menganggap bahwa karena mereka memutuskan pertanyaan ini, mereka pasti berpikir bahwa mereka berhak melakukan hal itu...

Dengan kata lain, Rawls gagal berlaku adil pada mereka yang memproduksi sesuatu. Iatepat dari permulaan titiktolak konseptualnya (yakni posisi awal)secara salah yakin bahwa segala sesuatu sudah ada untuk didistribusikan.

Salah satu alasan utama mengapa Rawls gagal melihat sisi produktif keadilan dapat ditemukan dalam pemahamannya tentang bagaimana orangorang tertentu membuat atau memproduksi lebih banyak dibanding orang lain. Bagi Rawls, orangorang tertentu bisa lebih banyak menghasilkan hanya karena mereka lebih diberkahi dengan asetaset alamiah (bakat dan kemampuan). Dan distribusi asetaset alamiah ini sangat dipengaruhi oleh kontingensikontingensi sosial, yang menurut Rawls sangat arbitrer dari sudut pandang moral. Dan karena itu semua sangat arbitrer, hal ini berarti bahwa kontingensikontingensi sosial tersebut tidak relevan secara moral. Karena itu, kemampuan sebagian orang untuk memproduksi lebih banyak juga harus dilihat sebagai tidak relevan secara moral. Dari garis pemikiran ini, tidak mengejutkan jika posisi awal Rawls secara sadar mengabaikan asalusul distribusi dan sejarah produksi.

Bagi Nozick, pandangan bahwa apa yang arbitrer secara moral tidak signifikan merupakan suatu pandangan yang salah. Setiap orang yang ada, ujar Nozick, dalam suatu cara yang khas, merupakan hasil dari suatu proses di mana satu sel sperma yang berhasil tidak lebih berharga dibanding jutaan yang gagal. Dengan demikian:

Jika tak ada signifikansi moral yang bisa muncul dari apayang arbitrer, maka tidak ada eksistensi orang tertentu yang memiliki signifikansi moral, karena dari begitu banyak selsperma tersebut, sel sperma mana yang berhasil membuahi indung telur (yang sejauh ini kita ketahui) adalah arbitrer dari sudut pandang moral.

Selain itu, Nozick melihat bahwa Rawls terlalu jauh dalam menghubungkan distribusi pencapaianpencapaian manusia dengan kearbitreran dan kontingensi sosial. hal ini, menurut Nozick, bertentangan dengan gagasan tentang martabat manusia yang begitu kuat dibela Rawls. Mengapa Dengan mengaitkan segala sesuatu dengan kontingensikontingensi sosial (misalnya, kebetulan dan nasib baik), dan dengan sepenuhnya abai tentang bagaimana individuindividu berusaha mengem bangkan bakat dan kemampuan mereka, Rawls menyajikan suatu gamb aran manusia yang sangat reduksionissegala sesuatu yang berharga pada diri seorang manusia pasti disebabkan oleh faktorfaktor eksternal, bukan oleh bagaimana ia belajar, ba gaimana ia berusaha untuk unggul, serta bagaimana ia membuat pilihanpilihan yang otonom dan tepat. Di sinilah ironi Rawls:

[teori Rawls] bisa berhasil dalam menghalangi peneguhan pilihanpilihan dan tindakantindakan otonom seseorang (dan hasilhasilnya) hanya dengan sepenuhnya mengaitkan segala sesuatu yang berharga dari orang tersebut pada berba gai jenis faktor eksternal. Dengan demikian, melecehkan otonomi dan tanggungjawab seseorang terhadap tindakantindakannya merupakan suatu hal yang berbahaya bagi sebuah teori yang sebenarnya ingin menjunjung martabat dan hargadiri makhluk yang otonom; khususnya bagi sebuah teori yang sangat mendasarkan diri (termasuk sebuah teori tentang yangbaik) pada pilihanpilihan manusia. Patut diragukan bahwa gambaran manusia terlecehkan yang diandaikan dan menjadi dasar teori Rawls tersebut bisa dipadukan dengan pandangan tentang martabat manusia yang ingin diwujudkan dan diejawantahkannya.

Pendek kata, posisi awal Rawls, dengan semua latar belakang konseptual dan premisnya, merupakan suatu konstruksi intelektual yang kontradiktif dan salah. Karena itu, tidak mengherankan jika prinsipprinsip keadilan yang muncul dari posisi ini juga salah atau kontradiktif. untuk memperlihatkan hal ini, Nozick menunjuk pada prinsip perbedaan tersebut.

Menurut prinsip perbedaan, strukturstruktur kelembagaan adalah adil, seperti yang dikemukakan Rawls, Jika dan hanya jika strukturstruktur itu bekerja sebagai bagian dari suatu skema yang meningkatkan harapanharapan anggota masyarakat yang paling kurang beruntung. Dikemukakan se cara berbeda: syaratsyarat interaksi sosial antara yang mampu dan yang tidak mampu harus dirancang sedemikian rupa se hingga menjadikan yang kurang mampu tersebut setidaknya tidak menjadi lebih buruk.

Menurut Nozick, hal ini mengandaikan bahwa kita harus mencegah satu kelompok masyarakat (orangorang yang mampu) untuk mencari keuntungankeuntungan tambahan, jika dengan melakukan hal itu mereka pada saat yang sama tidak serentak memperbaiki kesejahteraan orangorang lain (mereka yang kurang mampu). Prinsip tersebut dengan dem ikian melanggar keterpisahan orangorang. Dan bagi Nozick, yang paling mencolok adalah bahwa prinsip tersebut jelas mengandaikan suatu hubungan di mana sekelompok orang (mereka yang kurang mampu) memanfaatkan orangorang lain (mereka yang mampu) sebagai suatu sumberdaya untuk memperbaiki kesejahteraan mereka. Mereka yang mampu ter sebut dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuantujuan tertentu, yang mungkin atau mungkin tidak sesuai dengan tujuannya sendiri.

Demikianlah ironi lain dari Rawls. Rawls jelas menyatakan bahwa salah satu tugas utama Theory of Justice adalah menyang kal utilitarianisme, yang salah karena mengabaikan keterpisahan orangorang. Ia mengatakan bahwa ia menyusun Theory of Justice denganmengikutisuatutradisifilsafatyangdipelopori oleh Kant, yang doktrin moral utamanya mengakui bahwa tiaptiap orang adalah makhluk yang otonom, dan karena itu tidak seorang pun boleh dianggap sebagai sarana. Prinsip perbedaan Rawls tersebut, dengan mengandaikan bahwa sebagian orang adalah sarana bagi tujuan orang lain, merupakan suatu penyangkalan yang jelas terhadap doktrin moral Kan tian.

Tentang Kesetaraan

Gagasan utama yang mendorong perkembangan negara kesejahteraan adalah gagasan tentang kesetaraan ekonomi. Gagasan ini, pada masa ketika Nozick menulis Anarchy, State, and Utopia, merupakan gagasan yang sangat menonjol. Mulai dari awal tahuntahun pascaPerang hingga sekitar akhir 1970an, pertanyaan politik dan sosial terbesar di negaranegara industri adalah seberapa jauh dan seberapa cepat mereka memberi ruang bagi negara untuk menjadi sarana untuk mencapai ke setaraan ekonomi. Konteks dunia seperti itu harus diingat ketika kita mendengar kritik Nozick terhadap kesetaraan.

Nozick mulai dengan memperlihatkan suatu fakta penting: meskipun dominan, gagasan tentang kesetaraan seringkali hanya diandaikan; ia jarang dipertahankan (garis miring dari Nozick). Para penulis tentang kesetaraan terbiasa mengatakan bahwa n persen populasi terkaya memiliki N persen dari total kekayaan, sementara m persen mereka yang termiskin hanya me miliki M persen. Karena perbedaan antara N dan M terlalu be sar, sesuatu dengan demikian harus dilakukandan para penulis tersebut akan segera menjabarkan bagaimana ketim pangan ini harus diubah. Bukannya menyoroti filosofi ataugagasangagasan dasar, para penulis tersebut malah lebih memperhatikan halhal teknis dari kesetaraan.

Satu dari sedikit gagasan yang mendapatkan ban yak perhatian dari kalangan filsuf adalah gagasan Bernard Williams.Dalam mempertahankan kesetaraan, Williams menga takan bahwa barangbarang vital harus didistribusikan ber dasarkan ke butuhan. Perawatan kesehatan adalah salah satunya. Bagi Williams, dasar yang tepat untuk mendistribusikan perawatan ke sehatan adalah keadaan sakit. Namun, karena perawatan medis memerlukan uang, maka kepemilikan uang yang cukup dalam kenyataan menjadi syarat tambahan yang di perlukan untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Karena itu, sangat mungkin bahwa penyakit si miskin tidak akan men da patkan pe rawatan, meskipun berdasarkan kebu tuhan ia amat sangat memb utuhkannya. hal ini, bagi Williams, irasional, kar ena rasionalitas mengharuskan distribusi peraw atan medis berdasarkan keadaan sakit (Ini adalah kebenaran penting).

Menurut Nozick, Williams tampak berpendapat bahwa jika sebuah aktivitas memiliki tujuan internal (mengobati penyakit dalam kasus perawatan kesehatan), maka dasar yang paling tepat untuk menjalankan aktivitas tersebut terkait de ngan pencapaian yang efektif atas tujuan internal itu. Menurut Nozick, jika kita mengikuti logika argumen ini, kita juga harus menyimpulkan bahwa dasar paling tepat untuk distribusi jasa pangkas rambut adalah kebutuhan pangkas rambut. Setiap pemang kas rambut harus memangkas rambut siapapun yang datang ke tempatnya tanpa melihat penghasilannya.

Namun, tanya Nozick, mengapa tujuan internal aktivitas ter sebut harus diutamakan dibanding, misalnya, tujuan khusus orang itu dalam melakukan aktivitas tersebut

Jika seseorang menjadi pemangkas rambut karena ia suka bercakapcakap dengan beragam orang, dan sebagainya, apakah tidak adil baginya untuk menjalankan layanannya bagi mereka yang paling ingin ia ajak bercakapcakap atau jika ia bekerja sebagai seorang tukang cukur demi mendapatkan uang untuk membayar biaya sekolah, bolehkah ia hanya memotong rambut orangorang yang membayar atau memberi tip bagus Mengapa seorang tukang pangkas rambut tidak bo leh menggunakan kriteria yang sama dalam menjalankan layanannya sebagaimana orang lain yang aktivitasaktivitasnya tidak memiliki tujuan internal yang melibatkan orang lain haruskah seorang tukang kebun menjalankan lay anannya pada halamanhalaman rumput yang paling membutuhkannya

Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa pangkas rambut dan dokter merupakan aktivitasaktivitas yang berbeda, dalam arti bahwa yang kedua berkaitan dengan layanan yang jauh lebih penting; kesehatan yang baik lebih penting dibanding rambut pendek dan rapi. Namun bagaimana dengan makanan haruskah para petani memberikan beras mereka kepada orangorang yang membutuhkannya

Menurut Nozick, kesalahan dasar Williams adalah bahwa iaseperti para pendukung distribusihanya melihat pada persoalan alokasi. Williams tidak peduli pada persoalan tentang darimana layananlayanan yang akan dialokasikan tersebut berasal. Karena orangorang berhak atas tindakan mereka sendiri (dalam hal layanan), karena itu mereka bisa mem utuskan kepada siapa dan atas dasar apa mereka memb erikan sesuatu. Memaksa mereka untuk melakukan hal yang sebaliknya akan melanggar hak mereka (yakni kerja paksa).

Dokter, tukang kebun, pemangkas rambut, dan profesor melakukan pekerjaan mereka dengan tujuantujuan mereka sen diri. Sebagian dari mereka hanya ingin mencari uang, dan sebagian yang lain tidak. Menganggap bahwa tujuantujuan in ternal aktivitasaktivitas mereka lebih penting dibanding tujuantujuan yang mereka pikirkan berarti mengabaikan mereka sebagai manusia yang mandiri.

Karena Nozick percaya bahwa hal yang paling penting dalam diri manusia adalah otonomi dan hakhak mereka, argumen tentang kesetaraan tersebut dengan demikian bagi dia gagal.