MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 15
alas tidurku

bidang sederhana seluas tubuh

tapi seperti Atlas yang tabah

kau pikul semesta rahasia

bagai simpul arus darah

mengawal jantung manusia,

kau kawal jantung kata

yang bergayut, yang berdenyut

di antara karang-karang hitam

dasar palung mimpi-mimpi burukku

jantung kata itu, katamu,

lapis lazuli tembus pandang.

tersembunyi, meski membentang

di depan bola mata

dekat namun tak tergapai oleh ujung jemari

carilah, galilah,

semoga direstui oleh pengetahuan yang suci.

alas tidurku

bidang sederhana seluas ruh

mulutku adalah mulutmu

dan lidahku adalah lidahmu.

kedua mataku buta, namun masih ada telinga

untuk mendengar segala yang kau bisikkan

lewat suaraku sendiri.

kedua mata itu buta, bisikmu,

agar aku terhindar dari ingin

untuk menyederhanakan yang terlihat

dalam definisi, dalam serangkaian pasti;

supaya bertanya, misalnya:

apakah Icarus terhempas ke air

karena panas matahari

atau sepi yang kebetulan hinggap

pada ceruk punggungnya yang bersayap

alas tidurku

jalan menanjak seluas tubuh, seluas ruh

menuju pal cahaya, inti kegilaan warna-warna

jalan menurun seluas ruh, seluas tubuh

menuju sungai panjang bawah tanah

batas rumpang wilayah

manusia dan arwah.

/2012