YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 15
Bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya dengan banyak menyebut nama dan menziarahinya. Masih banyak lagi.

Bukti yang lebih hebat di antaranya adalah dengan mengikuti apa yang telah beliau contohkan dan meneruskan perjuangannya.

Sudahkah kita lakukan

Pada semua sisi kehidupan, Rasulullah SAW adalah contoh terbaik. Beliau seorang pribadi penyabar, serta penyayang fakir miskin dan anak yatim. Ia seorang pedagang sukses dan berakhlak mulia. Beliau juga seorang yang amanah, sehingga mendapat julukan Al-Amin atau orang yang bisa dipercaya.

Dalam kitab-kitab sejarah Islam akan sangat mudah dijumpai contohcontoh tersebut. Di antara banyak contoh keteladanan beliau adalah kesabarannya terhadap pihak yang mengolok-olok, bahkan memusuhi beliau. Beliau terima perlakuan itu dengan sabar, bahkan membalasnya dengan kebaikan.

Ibadah Itu Gampang

Saya ambil contoh, kisah tentang pengemis buta yang selalu ada di pasar dekat Masjid Nabawi Madinah. Setiap hari, Si Pengemis Buta selalu menyeru kepada semua orang yang lewat agar tidak memercayai Nabi Muhammad SAW.

Tidak cukup itu, Si Pengemis Buta juga mengatakan bahwa Muhammad adalah pembohong dan gila. Mendengar itu, nabi tidak marah. Justru setiap pagi beliau mendatangi Si Pengemis Buta dengan membawa makanan. Beliau menyuapi pengemis itu dengan penuh kasih sayang, hingga menjelang kewafatan Beliau.

47

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, salah satu sahabatnya, yakni Abu Bakar, mendatangi Si Pengemis Buta untuk meneruskan apa yang telah Nabi lakukan. Rupanya, Sang Pengemis tahu, kalau orang yang datang bukanlah orang yang biasa menyuapinya.

Siapa kau tanya Si Pengemis Buta.

Aku adalah orang yang biasa datang, jawab Abu Bakar.

Sang Pengemis kembali berkata, Kau bukan orang yang biasa datang. Ketika dia datang, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Dia menyuapiku dengan lembut.

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya.

Ia lantas berkata, Ya, aku adalah sahabat dari orang yang biasa datang ke sini. Orang mulia itu sudah tiada. Dia adalah Muhammad SAW.

Setelah mendengar cerita Abu Bakar, Si Pengemis Buta pun menangis. Ia lalu berkata, Selama ini aku menghinanya, memfitnahnya. Tapi dia tidak pernah memarahiku, bahkan dia membawa makanan dan menyuapiku tiap pagi dengan sabar. Dia sangat mulia.

Dari kisah tadi, kita dapat melihat keteladanan luar biasa tentang arti sebuah kesabaran dan kemuliaan akhlak. Seperti apakah reaksi kita

48

manakala kita dihina atau difitnah orang Reaksi kita menunjukkan kualitas diri kita.

Bukti cinta kedua kepada Nabi Muhammad SAW adalah meneruskan perjuangannya. Pada zaman sekarang, makin terbuka kesempatan untuk meneruskan perjuangan beliau. Usaha untuk mencerdaskan banyak orang dengan pendidikan adalah contohnya.

Masih banyak orang di kanan-kiri kita yang kurang beruntung mengenyam pendidikan cukup. Terkadang mereka dihadapkan kepada pilihan yang tidak kalah penting, yakni mencukupi kebutuhan makan setiap harinya.

Memberi manfaat kepada orang lain dengan membuka lapangan kerja juga contoh konkret meneruskan perjuangan beliau. Dengan cara ini, akan terbuka lebar kesempatan untuk memberi manfaat kepada banyak orang. Sebuah nilai ibadah yang tidak kalah dengan ibadah wajib lainnya.

Semoga kita diberi kemampuan untuk meniru dan meneruskan apa yang telah nabi teladankan kepada kita. Dengan begitu, kita akan pantas untuk mencium tangan beliau yang mulia di Akhirat kelak. Amin.

17 Januari 2014

Dalam beberapa edisi ke depan, saya akan menulis hal terkait ibadah umroh dan haji. Mengapa kita perlu pergi umroh atau haji, serta apa keistimewaannya dan pengalaman-pengalaman

ketika pergi umroh atau haji.