Debu-debu menempel tanpa malu
Lalu aku yang makin malas
Teronggok di atas kasur sambil mendengkur
Perlahan-lahan kamar ini jadi gudang
Nyamuk, semut dan mimpi berbaur padu
Aku terkulai
Betapa hari semakin cepat malam
Dan malam begitu cepat pagi
Sesederhana itukah hidup ini
Perlahan-lahan kamar ini jadi gudang
Lalu jadi kuburan untuk tanganku yang lelah mencatat jejak
Ah!
Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi*