disiat-siat selalu tak lalu.
Menunggu gundah
selalu setiap waktu semua tak menentu.
Tipikal prosa di atas tak ada kelas ditulis penulis malas.
Pemalas ini sedang merindu menunggu sepenuh waktu tanpa jemu.
Sampai waktu gendang dipalu tanpa malu-malu akan dipimpin tanganmu berjoget sama lagu.
Kita akan jadi lagenda gembira dan merbahaya.
23 Jun 2014
Rumah Lahat, Ipoh