Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 16
aku mendengar hujan, tapi tidak tahu milik siapa seorang anak mengaku tersesat dan kehilangan tapi tak tahu apa dan kemana

berbaring di tempat tidur berduri, kulit-kulitku tebal

menahan malu dan lapar menatap langit-langit, ada seseorang yang menjerit

raja setan pasti sedang menampakkan mukanya

sampai nanti, sampai mataku terlelap dan hujan di luar berhenti mengingatkanku pada si tua renta di depan hotel tambora yang kedinginan dan tampak gagal memeluk kesakitannya

aku sungguh mendengar hujan, tapi tidak tahu milik siapa

aku sungguh merasa rindu, tapi tidak tahu kepada siapa