berbaring di tempat tidur berduri, kulit-kulitku tebal
menahan malu dan lapar menatap langit-langit, ada seseorang yang menjerit
raja setan pasti sedang menampakkan mukanya
sampai nanti, sampai mataku terlelap dan hujan di luar berhenti mengingatkanku pada si tua renta di depan hotel tambora yang kedinginan dan tampak gagal memeluk kesakitannya
aku sungguh mendengar hujan, tapi tidak tahu milik siapa
aku sungguh merasa rindu, tapi tidak tahu kepada siapa