KEPULANGAN KELIMA - 16
bangun tengah malam mimpi resah tentangmu yang pergi

dengan kereta, menjauh dari mimpi-mimpi

indah sebelumnya

aku terbangun, hanya suara rel tergesek roda kereta semakin keras

semoga itu bukan kereta yang menjemputmu

tanah tak bertuan tanah yang tak

pernah aku kenali

terbangun tengah malam

aku tahu mimpi ini tak akan hanya jadi mimpi sebab hari

makin berlari dan menggiringku untuk melepasmu

kelak

dalam sepi sendiriku

akan kubisikkan pada pagi yang belum datang

bahwa aku merindumu, seperti aku merindukan malam-malam masa

kecilku yang penuh dongeng

seumpama lari-lari masa kanak-kanakku yang penuh hingar tawa