lidah-lidah menjulur dari masa lalu
menjilati buah dadaku yang hijau
dan getah tubuhku.
o, musim yang patah di dahan pohonan
musim tumbuh di kuncup daunan
Mak, lihat tubuhku
banyak laki-laki ingin mengunyahnya.
apakah bulan ini musim mangga, mak
bukankah mangga kita yang terbaik
malam sudah lama menelanku
mulutnya yang kotor dan gelap itu
melumat rahimku
anak-anakku menjerit dari masa lalu
sementara bapak dan emakku sudah lama tidur
di ranjang yang pernah basah oleh ciuman.
pernah juga Tuhan mampir di rahimku
lalu pergi bersama laki-laki yang meludahi kemaluanku.
sejak itu malam lebih banyak menutup telinga
orang-orang menutup pintu dan jendela.
Mak, apakah bulan ini musim mangga
mereka akan kembali mengirimkanku ke Jakarta.