Vinny:
FAAAAA.... I AM FREAKED OUT!!!!
Fa:
Wohoooo.... ada apa ini Kok tiba-tiba teriak
Vinny:
I need to call you!!! As always, you dont need to talk.
Just be a good listener. My life has just come to the end of the world. I need you. I am calling you now.
PHONE
Fa:
OK, I shut up and listen. Go ahead, Vinny.
Vinny:
Fuhh ... finally.
Fa, besok aku 30. Entah mau seneng atau sedih.
30 buat aku adalah angka yang signifikan untuk membangun kemantapan, dalam artian di pekerjaan ataupun pernikahan dan sebagainya itu. Agak paranoid, maksudnya ketakutan yang gak beralasan tapi bukan parno. Cuma agak-agak khawatir, bisa gak ya Untuk memenuhi target, tapi bukan target dari orang lain melainkan dari diriku sendiri.
Ya ... target ... aku sebenernya orang yang nyantai sih. Maksudnya untuk menikah. Yang penting berproses. Tapi kemudian ketika hendak menginjak 30, aku mulai berpikir proses ini harus udah ada ending-nya.
Ya ... thanks God, udah menemukan orang. Jadi, ya ... tinggal memikirkan ke depannya. Mau seperti apa Mau meloncat juga gak bisa terlalu jauh karena mesti menyelesaikan target terdekat, lulus S2. Abis itu kerja beberapa bulan, ya ... sambil menyiapkan mental dan material untuk menikah.
Untungnya, jauh sebelum si Mas datang, aku udah mencicil, beli buku dongeng. Silly sih ... tapi lucu buat anak.
Jadi persiapanku itu, persiapan tidak berurutan. Saat belum punya pacar or punya gebetan serius, tapi udah punya ember bayi, hahaha, buku dongeng, buku fiqih, udah punya buku masakan walaupun sampai sekarang belum bisa masak yang rumit-rumit.
Fa:
Wait a minute Kamu bilang lagi freaked out. Kok bisa ngomong setenang dan sedatar itu
Vinny:
Hahaha ... nama anak juga udah ada. Tenang Datar Pura-pura Fa. Believe me. Yang sangat mencemaskan yaitu aku umur 30 harusnya kalau aku belum menikah, aku udah kerja. Tapi kan kemarin aku melakukan loncatan yang sangat gila dengan keluar kerja dan mendaftar S2.
Jadinya aku akan berusia 30, dengan penghasilan freelance, itu harga yang harus dibayar.
Di sini (salah satu kota di luar Jakarta-red) lumayan susah menemukan kerjaan untuk mahasiswa. Mau jamnya diputar-putar, Jumat, Sabtu, Minggu gak ada yang mau nerima. Kebanyakan maunya kerja penuh waktu. Jadi ya rasanya beda aja sih.
Fa:
Baiklah. Any other drama
Vinny:
Lebih pada self concept-ku berantakan. Masa kecilku agak kurang ideal. Di luar, aku terlihat seperti leader. Jadi pengayom. Keibuan. Bla ... bla ... padahal di dalam, aku kangen dilihat Vinny seperti apa adanya. Maksudnya adalah diterima satu paket, kelebihan dan kekuranganku.
Sejak kecil, aku tumbuh dengan identitas yang salah dengan diriku sendiri karena saat itu aku tumbuh dengan sepupu seumuranku yang sangat pendiam dan penurut.
Aku terlanjur gak pede-an, sempet gak bilang aku cukup hebat untuk dijadikan teman, untuk dibelain untuk dianggap berharga tanpa harus seperti sepupuku. Itulah yang menyebabkan self concept-ku berantakan.
SMP dan SMA aku menjadi sangat kuper. I was nobody. Tetapi saat di universitas, aku bisa sembuh karena gabung dalam salah satu organisasi mahasiswa dan dipercaya menjadi ketuanya.
Sampai kemudian ketemu sama Mas yang sekarang dan kebetulan membuat aku gembira dan merasa cetar membahana. Dia atlet basket yang dikenal dan mengenal siapa pun. Membuat aku merasa WOW. Kulit luarnya mungkin persoalan jodoh. Tapi, deep down ... gak melulu itu. Aku udah melalui pernah ditinggal nikah, ternyata playboy, suami orang, atau yang anehaneh lainnya yang tidak menerima aku sebagai whole package.
Cuma Mas ini yang ternyata bisa melihat aku sebagai calon istri yang baik. Thanks God.
Fa:
Lompatan terbesar
Vinny:
Keputusan terbesarku adalah pindah dari perusahaan besar tempatku bekerja yang kata orang mapan. Hampir semua orang bilang Sayang kerjaan udah mapan.
Mereka gak tau, aku kerja lebih dari 12 jam, lembur gak dibayar. Aku hanya bisa nyengir aja.
Hehehe ... Aku secara sengaja mencabut self esteem dengan nekad melanjutkan sekolah, tanpa berpikir bagaimana aku hidup tanpa pekerjaan tetap. But this is my life.
I know what I do for myself.
Karena aku mungkin mengawali dengan tekad besar, aku merasa bahagia. Ini udah jam 12 malem, Fa. I am 30 now.
Im ready facing the next challenges.
Doain ya Fa ... Bye ... (bunyi nada sambungan terputus)
Fa:
(melongo) Baiklah ....
Welcome new born 30. Good luck,, Vinny.