Fa's Journal: Super Fabulous Women - 17
Hihihi... gak sengaja Fa nguping pembicaraan orang lagi

curcol alias curhat colongan di taksi. Seperti biasa, kalo

omprengan gak dateng-dateng, kita sesama penumpang

omprengan bakal bareng-bareng share ongkos taksi.

Tarif lumayan terjangkau karena dibagi 3 sampai 4 orang.

Biasanya yang sejurusan Sudirman dan sekitarnya udah otomatis

saling kompakan nyari temen sejurusan yang senasib harus segera

cepet sampe kantor.

Kenal gak kenal, prinsipnya: yang penting sampe kantor on time.

Titik. Asas yang dianut: kepercayaan. Percaya kalo yang kerja

di Jakarta, wangi-wangi, pake baju bagus, dan penumpang setia

omprengan, sudah bisa dipastikan adalah orang baik-baik.

Flash info: omprengan adalah mobil pribadi yang menjelma jadi

angkutan umum, yang pengemudinya berbaik hati mau berbagi

dengan para pekerja kantoran untuk mengantar mereka hingga

jarak terdekat dengan kantornya.

Note: Bayarnya lebih mahal dari bus umum.

Rute: Bodetabek menuju Jakarta.

Status bisnis: 100 persen bisnis (tarif di atas 10 ribu). 50 persen bisnis (cukuplah 5000 aja). 0 persen bisnis (bisa gratis, atau sesekali patungan beli bensin. Lumayan ... lumayan ... irit.com). Penumpang setia: 95 persen wanita.

Keep on the record for myself, ini curcol ya. Bukan gossiping. Boleh dong di diary sendiri nulis apa adanya. But trust me, I will have some points in the end. Belajar hidup.

Nah dari sini cerita bergulir.

Pertama, ternyata kalo cewek sama cewek udah ketemu, pasti langsung curhat. Entah itu temen sekolah, kuliah, atau temen kenalan karena keseringan dapat duduk deketan di omprengan.

Kali ini ada dua orang yang saling kenal sebelumnya, yang kebetulan ikut sharing taksi. Denger punya denger, ternyata mereka temenan waktu SMA. Bisa ketebak usia mereka 20-30an. Muka muda.

Langsung cuyyy ... curhat masalah rumah tangga.

Dari hasil curi-curi denger ternyata kedua cewek ini belum punya anak setelah dua dan empat tahun menikah.

Pembicaraan berawal dari reimburs tes kesehatan dari kantor masingmasing.

Kemudian muncul tema alergi yang harus dihindari. Si cewek 1 bilang hasilnya dia alergi penyedap makanan. Si cewek 2 alergi sperma. Makanya belum juga punya anak.

Curcol

Nah loh Hal ini baru pertama seumur hidup Fa denger.

Good point: tambah pengetahuan tentang alergi.

Kemudian capcus bergulir ke urusan mertua, alias masalah domestik rumah tangga.

Kata cewek 1, kalo ibu mertua dateng, ada aja yang salah.

Sensilah. Masakan gak enaklah. Mertua yang asal nyeletuklah. Waduh. Ada-ada aja. Pelajaran hidup nomor dua: baik-baik kelak sama ibu mertua.

Dan kemudian bergulir lagi ke urusan gak bisa hamil. Katanya udah bolak-balik ke dokter, gak juga hamil. Alhasil mereka saling menasihati untuk sabar dan jangan stres di kantor. Kalo pun stres kerjaan, jangan di bawa ke rumah. Harus benar-benar rileks. Poin ke tiga: mau hamil, jangan stres!!

Di menit ke 30, mereka berdua terdiam.

Aha ... ternyata udah terlelap tidur. Hembusan AC taksi yang nyaman bercampur dengan sentuhan sinar matahari pagi melalui jendela kaca, membuat angin sepoi-sepoi hangat mengantarkan kantuk bagi kedua cewek itu.

Baiklah. Fa pun ternyata ikut terlelap.

Satu jam kemudian.

Taksi mengerem mendadak. Ada omprengan menyalip jalan di depan kami. Alhasil, kami ber-4 kaget dan terbangun. Oh ya, 1 orang lagi cowok, yang dengan cueknya duduk di kursi samping sopir dan seolah tidak peduli dengan curcol kedua cewek yang duduk di belakangnya.

Fa sendiri, duduk tepat di belakang sopir, memilih bengongbengong menikmati macet, sesekali menguap, cek FB, tidur terbanguntidur lagiterbangun lagi, dan sebisa mungkin menghindari saling kenal satu sama lainnya.

129

Bukannya gak mau memperluas networking, tapi Fa paling gak rela kehilangan satu jam tidur lelap di pagi hari dalam angkutan umum. Priceless banget. Sampai kantor, sueegaarrr ....

Curcol berlanjut.

Kali ini berkembang menjadi ngomongin kerjaan. Agghhh ... walau kuping udah tersumbat headset sambil dengerin lagu-lagu jadul dengan volume tingkat tinggi, kok masih kedengeran juga curcol mereka. Baiklah. Dinikmati aja. Siapa tau dapet pelajaran hidup lagi.

Cewek 1:

Eh tau gak Temen seangkatan kita, B, katanya udah cerai. Sayang banget ya Padahal mereka baru nikah setahun. Denger-denger katanya gara-gara belum juga dikarunia anak. Tragis ya (Please ... not again ... ayo gedein lagi volume musiknya Fa) Ternyata. Masih terdengar.

Cewek 2:

Parah banget sih. Beruntung ya suami kita masih baik-baik aja. Gue empat tahun belum punya anak, suami masih sayang sama gue

Cewek 1:

Sama, dua tahun berusaha keras punya anak, belum berhasil, masih mesra-mesra aja tuh sama suami. Kamu rahasianya apa supaya awet

Cewek 2:

Jaga penampilan, jaga perilaku, sikap, apalagi di keluarga besar. Terus yang pasti, gue selalu memberikan service terbaik buat suami.

Curcol

(Well ... ok ... makin mengerucut ...) Cewek 1:

Oh gitu ya. Pantas, suamiku juga sering ngomongin tementemennya yang selingkuh gara-gara si istri udah gak ngerawat badan lagi. Boleh juga tuh tipsnya.

Thanks ya.

Bla ... bla ... bla ... sebenernya masih panjang. Males nulisnya. (Intinya sih ... ya ya ya ... pelajaran yang bisa dipetik: jadi cewek harus selalu cantik biar disayang suami. Pertanyaan Fa, kalo belum punya suami disayang siapa dong ... hihihi ... jawab sendirilah Fa).

Curcol ternyata harus disudahi. 1 jam 45 menit, taksi sudah berada di jalan Protokol Sudirman. Satu per satu kami pun turun. Tentunya setelah patungan argo.

Kesimpulannya: Wah, ternyata adaaa aja ya masalahnya Fa pikir semua orang mengalami kebahagiaan abadi setelah menikah.

Bukankah menikah yang selama ini ditunggu-tunggu dengan harap-harap cemas

Termasuk yang sedang Fa hadapi juga.

Jomblo tapi happy .

Oopss ... masih ada Matt di ujung dunia sana. Jomblonya di Jakarta aja, hihihi ....

Tuhan itu ternyata adil ya. Fa yang dua tahun

terakhir ini galau jadi terbuka mata Fa. In every stage of life, problems always there. Yang paling bijaksana (mungkin) adalah, ya hadapi aja.

Memang Fa menjalaninya berat sekali, tapi mau gimana lagi. Lari Nanti pasti akan ketemu masalah-masalah baru lagi.

Kalau masalah Fa sekarang galau karena gak kawin-kawin Ya sudahlah. Cari kegiatan lain daripada stres sendiri. Well, traveling misalnya. Pursue excitement when traveling. Siapa tau ketemu jodohnya. Bukan begitu ...

Fa,

Orang ketiga penderita curcol.