Sudahkah kita memerhatikan panggilan atau undangan itu Jika sudah, apa yang kawan-kawan lakukan Jika belum, wah, saya no comment saja.
Sebenarnya, selain identik dengan ibadah yang membutuhkan biaya besar, umroh dan haji merupakan perpaduan antara ibadah maliyah dan badaniyah. Artinya, tidak cukup dengan harta, namun sangat membutuhkan kesiapan dari segi fisik yang prima. Apabila fisik tidak prima maka akan berat melaksanakan semua rangkaian ibadahnya. Bisa-bisa malah akan menjadi beban bagi teman atau jamaah lainnya.
Ketahanan fisik sudah mulai diuji ketika memasuki pesawat yang akan membawa kita dari Jakarta ke Jeddah. Udara dingin di dalam kabin dan lamanya penerbangan merupakan ujian tersendiri, terutama bagi yang belum terbiasa terbang jauh. Penerbangan dari Jakarta ke Jeddah memakan waktu setidaknya 9 sampai 9,5 jam. Itu pun jika memakai penerbangan Garuda yang direct flight.
Jika memakai maskapai lain, bisa lebih lama. Misalnya, memakai Qatar Airways yang akan transit ke Qatar terlebih dahulu. Jika memakai Emirates, akan singgah di Dubai. Jika memakai Etihad, akan singgah di Abu Dhabi. Dan seterusnya. Penerbangan Jakarta-Jeddah bisa 11 hingga 12 jam. Naik dan turun pesawat, juga lamanya waktu transit akan semakin menguras stamina jamaah.
Sesampainya di Bandara Jeddah, ujian stamina dan kesabaran makin bertambah. Antrean pemeriksaan paspor dan visa bisa memakan waktu 3 hingga 4 jam, karena ketatnya pemeriksaan dan jumlah jamaah umroh dari berbagai negara yang memang sangat banyak.
Setelah itu, akan berlanjut perjalanan darat dari Jeddah menuju Madinah dengan bus yang akan memakan waktu, sekitar 5 hingga 6 jam. Semua bus yang ada di Saudi berstandar Eropa. Bagus dan pastinya, AC yang sangat dingin.
Tiba di Madinah, jamaah kembali akan diuji dengan perbedaan cuaca, jika dibanding dengan cuaca di Tanah Air. Pada Bulan November hingga Februari, Madinah masih musim dingin. Ujian fisik lainnya adalah harus
Ibadah Itu Gampang
banyak berjalan kaki dari hotel ke masjid, begitu juga sebaliknya. Sudah cukup Belum. Rangkaian ibadah umroh belum dimulai.
Rangkaian umroh dimulai dengan mengambil miqat, yakni tempat berniat umroh di Bir Ali atau Yalamlam. Setelah itu, baru menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian umroh lain, yakni tawaf, sai, dan tahalul.
57
Perjalanan darat dari Bir Ali ke Makkah memakan waktu antara 5 hingga 6 jam. Saat itu sudah memakai pakaian ihram, yakni 2 helai kain tanpa jahit. Jadi, sudah banyak pantangan yang harus dihindari selama memakai pakaian ihram.
Setelah rangkaian umroh selesai, tinggal melakukan beberapa kegiatan ekstra, yakni di antaranya ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Kota Makkah dan sekitarnya. Hingga akhirnya harus terbang kembali ke Tanah Air selama minimal 9 jam seperti ketika berangkat.
Capek, sudah pasti. Tetapi mengingat ini adalah ibadah untuk memenuhi undangan-Nya, hal tersebut terobati jika mengingat kemuliaan dan balasan yang telah dijanjikanNya. Wallahu alam.
30 Januari 2014